<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Niat Pada Akhirnya Yang Menentukan</title>
	<atom:link href="http://kormakyu.com/niat-pada-akhirnya-yang-menentukan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kormakyu.com/niat-pada-akhirnya-yang-menentukan/</link>
	<description>#dodiwisaksonosudiharto</description>
	<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 07:34:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dodi Wisaksono Sudiharto</title>
		<link>http://kormakyu.com/niat-pada-akhirnya-yang-menentukan/comment-page-1/#comment-115408</link>
		<dc:creator>Dodi Wisaksono Sudiharto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2018 03:05:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kormakyu.com/?p=1561#comment-115408</guid>
		<description>Pertama - jangan oportunis. Karena oportunis dekat dengan sifat munafik. Ini berat bahkan untuk diri saya sendiri. Kedua, dibiasakan! Sedikit tapi sering lebih baik daripada banyak tapi kadang-kadang doank. Bahkan yang begini menjamin keikhlasan yang identik dengan niat beramal yang tanpa pamrih. Saya uda punya banyak kasus terkait yang kedua ini. Ini juga berat. Karena segala sesuatu tatkala butuh KOMITMEN.. meski terlihat sedikit dan mudah.. tiba2 saja tidak menjadi sesuatu yang mudah. Sehingga bila saya menilai seseorang, kecenderungannya adalah dengan melihat kebiasaannya daripada meminta sebuah pernyataan komitmen, yang pada akhirnya hanya menjadi komitmen kosong belaka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama - jangan oportunis. Karena oportunis dekat dengan sifat munafik. Ini berat bahkan untuk diri saya sendiri. Kedua, dibiasakan! Sedikit tapi sering lebih baik daripada banyak tapi kadang-kadang doank. Bahkan yang begini menjamin keikhlasan yang identik dengan niat beramal yang tanpa pamrih. Saya uda punya banyak kasus terkait yang kedua ini. Ini juga berat. Karena segala sesuatu tatkala butuh KOMITMEN.. meski terlihat sedikit dan mudah.. tiba2 saja tidak menjadi sesuatu yang mudah. Sehingga bila saya menilai seseorang, kecenderungannya adalah dengan melihat kebiasaannya daripada meminta sebuah pernyataan komitmen, yang pada akhirnya hanya menjadi komitmen kosong belaka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rani</title>
		<link>http://kormakyu.com/niat-pada-akhirnya-yang-menentukan/comment-page-1/#comment-115407</link>
		<dc:creator>rani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2018 04:35:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kormakyu.com/?p=1561#comment-115407</guid>
		<description>bagaimana cara meluruskan niat ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana cara meluruskan niat ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
