Nyortir Masalah Anak Wali
Monday, January 26th, 2009Beberapa hari yang lalu departemen tempat saya bekerja, mengadakan workshop perwalian. Bagaimana merancang rencana studi para mahasiswa. Sebenernya ini kewajiban dari mahasiswa untuk mengadakan rencana studi dan membicarakan permasalahannya kepada dosen wali. Bukan kebalikannya. Cuma karena.. mungkin.. dari institusi sendiri melihat kok.. ini menjadi permasalahan karena mungkin mahasiswanya yang gak mengerti cara menyusun rencana studi, akhirnya dibuatlah workshop tersebut. Sebagian dosen setuju akan hal itu. Sebagian dosen yang lain gak begitu setuju dengan alasan.. itu kewajiban mahasiswa. Bukan kewajiban dosen. Mereka yang harusnya berinisiatif dan bukan dari dosen inisiatif itu dimulai. Mengingat mereka tuh udah.. maha.. siswa.. jadi ya seharusnya udah cukup dewasa menentukan jalan hidupnya masing-masing. Saya termasuk orang yang mau mencoba workshop itu. Agak penasaran juga seh soale berapa orang seh dari mahasiswa yang menjadi anak wali saya yang rencana studinya bermasalah. Dan.. hasilnya.. cukup mengejutkan diri saya. Sebab.. dari 80 mahasiswa yang menjadi anak wali saya.. sebanyak 61.. ternyata bermasalah ato sekitar 76 %. Tapi yang saya bingung kok.. kayaknya dari mahasiswanya sendiri kok.. santai-santai aja ya? Jadi bingung. Kesannya gak ada masalah sama sekali.







