Antara Fakta dan Data

Saya pernah bilang kepada salah seorang teman saya (di Jakarta), bahwa bila semua orang bilang si A bagus, namun saya belum melihat atau belum mendengar sendiri secara langsung, mending pernyataan tentang si A ini saya pending dulu. Daripada saya salah bicara. Karena bila sebuah pernyataan dikeluarkan.. sebaiknya antara data dan fakta benar adanya.

Saya insya Alloh menulis ini dengan kesabaran.. karena hampir sudah tidak sabar. Sudah berulang kali soalnya terjadi seperti ini. Antara fakta dan data bertolak belakang.

Tulisan ini sebenernya saya tulis beberapa bulan yang lalu. Cuma baru saya upload sekarang. Menunggu hati saya agak2 tenang. Isi tulisannya adalah sbb:

“Setau saya.. semester lalu boleh dibilang pencapaian nilai untuk pengajaran.. untuk kelas paralel.. nilai UTS pengajaran saya mencapai predikat tertinggi ketimbang dosen-dosen lain untuk kelas paralel (sayangnya UAS-nya tidak juga tertinggi pencapaiannya). Dari data yang juga saya dapatkan, karena ada yang melaporkan.. komplain terhadap cara saya mengajar dari suatu mata kuliah yang saya ajar.. kurang dari 10 persen. Untuk penelitian.. saya termasuk dosen yang banyak (moga-moga dapet predikat paling banyak di semester lalu) menghasilkan tulisan penelitian. Lalu.. kalo ada pihak yang membuat pernyataan.. SELAMA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT saya kerja gak beres.. pihak ini menggunakan data yang mana???”

NB: Teruslah berpresepsi :) [sarkasme mode]

Tags: ,

Leave a Reply


2 × = sixteen