Archive for the ‘Harianku’ Category

Tentang Eco West Java Marathon

Saturday, September 16th, 2017

Perpaduan antara wisata dan keramahan lingkungan adalah kombinasi yang baik bagi suatu negeri. Lebih baik lagi bila konsep itu ditambah olahraga. Sehingga menjadi olahraga, wisata dan keramahan lingkungan.

Konsep tersebut rencananya akan diadakan pada event West Java Eco Marathon (yang saya lebih suka sebut secara pribadi sebagai Eco West Java Marathon). Event ini merupakan event yang diselenggarakan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, dan diharapkan merupakan tunas dari event berskala internasional.

Untuk lebih jelasnya tentang Eco West Java Marathon bisa dilihat di situs resminya: www.westjavamarathon.com

Eco West Java Marathon Medal

Untuk keperluan akomodasi, dapat dilihat pada alamat: http://tinyurl.com/y8sxq4qj

Qurban Seorang Nabi Ibrahim Alaihisalam

Friday, September 1st, 2017

Alkisah, Ibrahim alaihisalam ber-qurban setiap tahunnya berupa 1.000 ekor kambing, dan 300 ekor sapi, serta 100 ekor unta. Dengan karunia Alloh SWT tersebut Beliau pun berkata, “Sesungguhnya itu adalah milik Tuhanku”.

Idul Adha 1438 H

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar..

Akibat Kegagalan Memanusiakan Manusia

Sunday, July 16th, 2017

Pernahkah Anda mengalami perasaan di mana Anda sangat takut menjadi miskin? Sepertinya kebanyakan kita sebagai manusia, yang kadang memiliki perasaan sangat takut melarat. Tetapi yang menjadi masalah adalah bila rasa takut semacam itu menjadi sebuah ketakutan yang amat sangat.

Percayakah Anda bila hal tersebut muncul di benak kita lantaran jangan-jangan kita telah menjadikan diri kita bukan selayaknya seorang manusia?

Logikanya seperti ini, anggaplah manusia adalah murni sama seperti robot. Lalu apa yang terjadi bila sebuah robot tidak lagi berguna? Apa yang menyebabkan harga sebuah nyawa manusia seakan menjadi sangat murah? Apakah saat itu nyawa dianggap sebagai milik manusia? Atau mungkin sama sekali bukan yang demikian?

Saat manusia bukan lagi milik manusia dengan kemanusiaannya, maka manusia saat itu, yang paling tinggi derajatnya sekalipun, akan menjadi tidak berharga sama sekali. Hidup penuh ketakutan, tidak tenang, layaknya terkena penyakit jiwa semacam paranoid terhadap kejatuhan atas derajatnya. Hal-hal yang saya sebutkan, terjadi tatkala manusia gagal memanusiakan kemanusiaannya.

Mesjid di Koln Jerman

Namun yang terpenting dari apa yang saya gambarkan tadi, adalah bagaimana caranya agar kita tidak mengalami kegagalan dalam memanusiakan kemanusiaan kita.

Percayakah Anda bahwa salah satu cara memanusiakan manusia adalah menjadikan manusia memiliki sesuatu yang pantas disembah? Karena itu adalah sifat manusia yang paling mendasar, yaitu kebutuhan hakiki untuk berlindung kepada Zat Yang Maha Kuat.

Semoga mendapat hikmah dan pelajaran.

Penghasilan Tidak Terkena Pajak

Tuesday, June 27th, 2017

Bicara pengisian formulir pajak secara elektronik, baik itu 1770 SS, 1770 S, dan 1770, sebenarnya ada obyek yang bila pun dilaporkan, ia tidak akan dikenai pajak. Biasanya ini disebut sebagai penghasilan tidak terkena pajak, atau obyek tidak terkena pajak.

Beberapa obyek yang tidak terkena pajak tersebut dapat dilihat pada gambar sbb:

Penghasilan (Obyek) Tidak Terkena Pajak

Semoga bermanfaat.

Tugas Manusia Mewujudkan Kemenangan Hakiki

Sunday, June 4th, 2017

Bila pada masa lalu Rasulullah SAW berkata bahwa perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu, maka pada tulisan ini saya mencoba menjawab secara sederhana berbagai isu yang ada di media sosial tentang masalah kepantasan seseorang atas kemenangannya.

Gunung Batu

Sumber: GTC

Bisa jadi ada golongan yang menang di dunia maya, itu lebih karena Sang Pencipta mengijinkannya untuk menang di dunia maya.

Bisa jadi ada golongan yang menang di dunia fana, itu lebih karena Sang Pencipta mengijinkannya untuk menang di dunia fana.

Namun tugas manusia adalah bagaimana ia dapat mewujudkan kemenangannya di alam baka kelak, karena itu adalah kemenangan yang sesungguhnya, kemenangan yang paling hakiki.

Penjelasan Formulir SPT 1770 SS, 1770 S, dan 1770

Friday, May 5th, 2017

Untuk yang baru saja bekerja, tentunya akan ada pengalaman pertama di mana seseorang diwajibkan oleh negara untuk membuat laporan SPT (Surat Pemberitahuan) terkait pajak penghasilan tahunannya. Biasanya, akan ada 3 pilihan formulir SPT. Yaitu 1770 SS, 1770 S, dan 1770. Sebenarnya mana yang harus dipilih?

Formulir SPT 1770 S

Saya akan menjelaskan secara sederhana perbedaan antara masing-masing formulir SPT tersebut. Untuk formulir 1770 SS, yang artinya formulir laporan “Sangat Sederhana”, adalah diperuntukkan bagi pekerja yang memiliki penghasilan kotor (bruto) tahunan di bawah 60 juta rupiah. Untuk pekerja yang memiliki penghasilan kotor (bruto) tahunan di atas itu, maka formulir yang digunakan adalah formulir 1770 S, yang artinya itu merupakan formulir laporan “Sederhana”.

Bagaimana dengan formulir 1770? Formulir ini adalah untuk pekerja yang juga memiliki penghasilan sebagai pemilik usaha. Untuk yang penghasilannya semata-mata hanya dari hasil usaha pribadi, juga menggunakan formulir 1770 ini.

Semoga bermanfaat.

Kunjungan Seorang Saudara dari Palestina

Friday, February 24th, 2017

Alhamdulillah, Jumat kemarin, seorang saudara dari Palestina, Syaikh Hani Awad hadir di masjid tempat lingkungan saya bekerja.

Saudara dari Palestina

Terus terang sebenarnya saat itu saya dalam keadaan agak kurang konsen. Saat ceramah berlangsung, sambil mendengarkan ceramah, sambil melakukan hal lainnya juga. Belum selesai acara, sudah harus segera pergi karena harus segera menyidang tugas akhir. Sempat lupa juga untuk segera bergabung dalam perjuangan.

Meski dengan segala kekurangan, walau mungkin sudah ketinggalan kereta, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Transfer ke KNRP Februari 2017

Sebenarnya kalau boleh sedikit curhat, dengan segala fitnah yang menerpa diri saya, saya sudah demikian kesulitan untuk bergerak. Tapi bisa jadi, itu sebuah tanda adanya ridho dari Alloh SWT.

Semoga saya tetap berprasangka baik terhadap-Nya. Amin.

Antara Keinginan dan Cinta

Tuesday, January 31st, 2017

Alkisah masa lalu, seorang ilmuwan ternama bernama Plato, bertanya kepada salah seorang muridnya tentang bagaimana membedakan antara keinginan (atau nafsu) dan cinta. Sang murid yang tidak mengerti, menjawab bahwa ia tidak mengerti bagaimana menjawab pertanyaan sang guru.

Plato kemudian berkata, “Carilah sebatang kayu yang menurutmu adalah yang terbaik dari yang terbaik!”.

Bunga Liar yang Indah

Lalu sang murid pun pergi menuruti titah sang guru untuk mencari sebatang kayu yang dianggapnya terbaik dari yang terbaik. Alhasil sekembalinya sang murid, ia kembali ke hadapan sang guru dengan tangan hampa. Plato kemudian bertanya tentang alasan mengapa sang murid kembali dengan tangan kosong. Sang murid menjawab, “Setiap kali saya menemukan batang kayu yang saya anggap terbaik, selalu saja saya menemukan batang kayu lainnya yang ternyata saya anggap lebih baik. Sampai akhirnya saya menyerah untuk mencari sebatang kayu yang saya anggap terbaik dari yang terbaik”.

Plato kemudian berkata, “Ketahuilah, itulah keinginan!”.

Plato kemudian menyuruh muridnya, di keesokan harinya, untuk kembali mencari sebatang kayu yang dia anggap terbaik, sesuai dengan selera hatinya sendiri. Alhasil sang murid kembali sambil membawa sebatang kayu yang ia anggap sebagai batang kayu yang terbaik menurut selera dirinya. Plato pun bertanya alasan mengapa sang murid memilih batang kayu tersebut. Sang murid pun berkata, “Sebenarnya saat saya memilih batang kayu ini, ada batang kayu lainnya yang sepertinya lebih baik. Namun karena menurut hati saya ini sudah cukup memenuhi selera saya, saya pun memilih untuk membawa pulang batang kayu ini”.

Kemudian Plato pun berkata, “Wahai muridku, ketahuilah.. bahwa itulah cinta..”.

Memanusiakan Manusia

Sunday, January 1st, 2017

Yang menarik dari manusia adalah kepemilikannya atas akal dan juga nafsu. Manusia memiliki keinginan lantaran nafsunya. Secara naluri enggan diperlakukan layaknya benda mati, seperti halnya cyborg. Dengan akalnya, manusia dapat berpikir agar nafsunya dapat direalisasikan melalui cara-cara yang sistematis. Namun apakah hanya dengan adanya akal dan nafsu tersebut manusia bisa dibedakan dengan benda mati, seperti cyborg misalnya?

Cyborg

Akan lebih mudah memanusiakan seorang manusia bila kita sama-sama mencoba memulai dari sebuah pertanyaan, yaitu mengapa manusia diciptakan di muka bumi ini.

Bisa jadi pekerjaan yang ada di dunia, yang semula dikerjakan oleh manusia, dengan kemajuan teknologi, dapat saja digantikan dengan robot. Namun, bisakah ibadah yang sifatnya ubudiyah digantikan oleh robot? Misal, bila manusia merasa lelah, kemudian dia memprogram sebuah robot agar menggantikan dirinya untuk sholat. Sepertinya, hal ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh robot. Sebab, secara esensi, ada nafsu di dalam hati manusia yang tidak akan dapat memungkiri bahwa ia belumlah menunaikan kewajibannya untuk sholat, meski sudah memprogram suatu robot untuk sholat. Ada sesuatu yang tidak bisa dipungkiri di dalam hati kecil seorang manusia bahwa ia memiliki pencipta.

Akhir kata, inti dari memanusiakan seorang manusia, bermula dari alasan mengapa ia diciptakan. Yaitu menyembah Rabb Yang Maha Esa.

Semoga mendapat hikmah dan pelajaran.

Aksi Damai 4 November, Studi Antara Yang Pro dan Yang Kontra Menggunakan Google Trend

Wednesday, November 16th, 2016

Banyak spekulasi di media massa mengenai apakah aksi damai 4 November 2016 merupakan representasi dari apa yang diinginkan kebanyakan masyarakat Indonesia, terutama kaum muslim. Juga banyak spekulasi yang menganalisa apakah aksi damai 4 November 2016 bermuatan positif atau tidak, dalam arti benarkah hal itu merupakan aksi damai yang sebenar-benarnya. Sehingga bukan ada maksud lain yang negatif, seperti hendak melakukan kudeta misalnya.

Saya lebih suka berbicara tentang data, yang saya coba analisa melalui Google Trend. Mulai dari menganalisa berapa banyak yang pro (mendukung) dan yang kontra (menolak) terhadap aksi damai 4 November 2016. Sehingga harapannya dapat diketahui apakah aksi damai 4 November 2016 merupakan representasi yang benar-benar murni dari keinginan rakyat Indonesia, khususnya umat Islam atau tidak.

Selain itu, perangkat Google Trend ini juga saya gunakan untuk mengetahui apakah cara pandang kebanyakan masyarakat Indonesia dalam memandang aksi damai 4 November 2016 sebagai hal yang positif atau tidak.

Pertama-tama saya akan memilih 2 terminologi berupa kata yang sering digunakan tatkala masyarakat Indonesia hendak melakukan unjuk rasa. Keduanya pada dasarnya memiliki makna yang sama, namun yang satu bermakna positif yang artinya memiliki kecenderungan konstruktif, sedangkan yang lain bermakna negatif yang artinya memiliki kecenderungan destruktif.

Kata pertama yang saya ambil yaitu “aksi damai“, sedangkan kata yang kedua adalah “demonstrasi”. Query saya lakukan pada tanggal 13 November 2016.

Tatkala kata pertama saya padukan menjadi “aksi damai 4 November 2016” pada query di Google Trend untuk wilayah Indonesia, maka hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Sebaran Statistik Query Kata Kunci Aksi Damai 4 November

Terlihat arsiran daerah-daerah yang memiliki ketertarikan pada kata kunci yang saya masukan sebagai query di Google Trend, menunjukkan wilayah Jawa secara keseluruhan tertarik pada isu tersebut. Termasuk daerah Nusa Tenggara. Begitu pula sebagian daerah Sulawesi, sebagian daerah Kalimantan, dan juga sebagian daerah Sumatera. Bahkan arsiran cukup tebal yang menunjukkan ketertarikan yang amat sangat pada isu tersebut terlihat pada Sulawesi, Sumatera baru terakhir diikuti oleh Jawa.

Lalu, tatkala kata kedua saya padukan menjadi “demonstrasi 4 November 2016″ pada query di Google Trend untuk wilayah Indonesia, maka hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Sebaran Statistik Query Kata Kunci Demonstrasi 4 November

Terlihat arsiran hanya ada di daerah-daerah Jawa, sebagian daerah Sumatera dan sebagian daerah Kalimantan. Nusa Tenggara dan bahkan Kalimantan, tidak memiliki ketertarikan akan isu yang yang direpresentasikan oleh kata kedua.

Sehingga dapat disimpulkan, arsiran muncul, bahkan dengan sebagian ketebalan yang cukup besar, justru lebih banyak direpresentasikan untuk kata pertama, yaitu “aksi damai” ketimbang kata kedua, yaitu “demonstrasi”. Dari sini saya bisa menyimpulkan bahwa aksi damai 4 November 2016 merupakan murni representasi dari keinginan kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.

Yang lainnya lagi, dapat saya simpulkan dari penggunaan perangkat Google Trend tersebut, bahwa cara pandang kebanyakan masyarakat Indonesia, melihat apa yang terjadi pada tanggal 4 November 2016 di Jakarta adalah sesuatu yang memiliki nilai yang positif, dalam arti konstruktif. Bukan sebaliknya.

Semoga analisa saya ini dapat memberi angin segar bagi masyarakat Indonesia, juga kepada TNI, termasuk di dalamnya panglima TNI, dalam memandang aksi damai 4 November 2016. Amin.