This site chose VeriSign Trust Seal to promote trust online with consumers.
ABOUT TRUST ONLINE  

Archive for November, 2008

Siapakah Yang Melakukan Short Selling Itu?

Sunday, November 30th, 2008

Kabarnya besok pemerintah akan mengumumkan daftar para pelaku short selling bursa saham yang dianggap merugikan negara alias cari untung sendiri peduli amat orang lain buntung. Saya ingin melihat beritanya di media, kira-kira ada gak ya? Apa angan-jangan cuma fatamorgana aja. Hmm.. biasanya media kan senengnya menampilkan berita yang.. melulu kontroversial. Biar oplah-nya meningkat. Maklum mungkin ada garis keturunan darah biru.. eh.. darah Londo yang memiliki prinsip “devide et impera”. Saya cuma ingin tau beritanya kayak apa ya kira-kira?

Aman Berkomputer

Saturday, November 29th, 2008

Baru-baru ini saya mendapat berita dari salah seorang asisten saya, kalau ia terkena “salah urat” di kakinya. Disebabkan sedikit kelainan di tulang belakang, walau saya kurang jelas maksudnya.. namun kurang lebihnya, bisa jadi disebabkan karena terlalu lama berada di depan komputer. Hmm.. terus terang saya merasa tim yang saya bentuk, yang terdiri dari 3 orang ini.. seperti kehilangan “nyawa” tanpa orang yang satu ini. Makanya begitu ia sakit, saya merasa ingin sekali agar ia cepat sembuh, karena dia benar-benar aset saya yang paling berharga. Saya sendiri mendapat tips dari seseorang, bila terlalu lama di depan komputer, jangan lupa banyak minum. Sebab air dalam tubuh sebenarnya akan banyak terkuras melalui mata. Bila di depan komputer, usahakan lampu ruangan cukup terang. Jangan sampai sumber sinar satu-satunya hanya bersal dari komputer. Ini dimaksudkan agar terjadi perpotongan sinar dari komputer yang menuju mata. Lainnya lagi, ini masukan dari saya sendiri dan sudah saya coba dan ternyata lumayan manjur, pakai “sendal refleksi”. Maksudnya sendal yang ada semacam pentolan-pentolan tumpul yang menekan titik-titik syaraf di kaki. Saya sendiri selain meminum suplemen, juga berolahraga setidaknya setiap hari Sabtu dengan naik sepeda. Sebenarnya cita-cita saya seh.. inginnya B2W. Tapi ampun deh.. yang namanya mobil ama motor toleransinya ama sepeda tuh.. gak tau disimpen di mana. Setau saya perusahaan besar kayak Microsoft tuh memberikan fasilitas agar para pekerjanya bisa berolahraga di perusahaannya. Cuma di Indonesia aja yang memperlakukan para teknisi ama programmernya kayak Romusha. Kayaknya kapan-kapan saya bakalan jualan suplemen neh di situs ini. Tapi saya benahi dulu deh siapa yang bakal jadi front desk-nya. Jadi jangan sampai konsumen nanti mengeluh. (Gak janji ya, takut ingkar janji soale). Oke deh.. semoga teman-teman mahasiswa sehat semua secara lahiriah.. terutama batinnya. Saya suka takut kalo denger mahasiswa saya sakit, trus bilangnya di kelas pula. Soale tiba-tiba saja saya berpikir.. apa saya terlalu keras memberi tugas kepada mereka ya? Hmm.. gak tau deh.. saya hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha.

Idul Adha 2008

Friday, November 28th, 2008

If you visit Bandung on Desember 8, 2008 you will see one of the most moslem celebration that is called Idul Adha. Background of this ritual happened when there was sacrifice of Ibrahim family to Alloh SWT, the God of universe. Ceremony usually start in the morning with sholat Ied.

Rumah si Bapak di BSD

Wednesday, November 26th, 2008

Ini terjadi tatkala saya belanja di suatu mini market di kompleks saya, Griya Prima Asri, Bandung. Ada seorang bapak-bapak yang mungkin bagi dia aneh melihat saya belanja sendirian dan dia pun menanyakan kepada saya sudah berapa lama saya tinggal di Bandung. Saya pun menjawab bahwa saya kurang lebih sudah 2 tahun tinggal di Bandung. Lalu si Bapak itu melanjutkan pertanyaannya, sebelumnya saya tinggal di mana. Lalu saya jawab sebelumnya saya tinggal di Jakarta, tepatnya dekat Lebak Bulus. Lalu kemudian si Bapak itu mengatakan kurang lebih, “Kalo saya tinggal di BSD”. Saya kok dengernya ingin tertawa. Abis si Bapak ini kok.. nanya.. ato bertanya tanda kutip.. Halah.. anya-anya wae si Bapak ini!

Musibahnya Tora

Friday, November 21st, 2008

Saya turut prihatin dengan musibah yang dialami oleh seorang artis yang bernama Tora. Hmm.. terlepas apa pun hasilnya, kalo saya boleh kasi saran ya Mas Tora.. mungkin sebaiknya dunia keartisan ditinggal saja setelah segala permasalahannya jelas. Masalahnya sepertinya agak2 kurang cocok buat Mas gitu. Namun bila masih mo bertahan, maka kontrolnya kayaknya harus bener2 ketat. Dan ini butuh kerja keras. Btw bukan berarti jadi artis itu selalu identik dengan memiliki citra negatif. Aku suka gayanya Ari Wibowo. Dia pernah bilang kalo bekerja tuh untuk hidup. Bukan hidup untuk bekerja. Jadinya yang namanya bekerja tuh dipilih-pilih. Jangan nyerempet-nyerempet juga ama orang yang gak punya prioritas hidup. Saya sendiri berharap segala sesuatunya masih dapat diperbaiki sehingga jangan sampai bubar gitu. Yaa.. kalo diskusi sama istri, bilang kalo sampe pisah maka yang paling menderita adalah anak-anak. Itu sih point-nya. Lebih deket ke anak-anaklah sambil menunjukkan ke istri gitu. Trus ama Pak Hakim di Depok, kalo bisa bila hasil akhirnya adalah ‘bubar’, mohon ngetok palu-nya dibikin selambat mungkin ya.. Udah gitu aja ya..

Benarkah Aisyah Menikah Umur 7 Tahun?

Tuesday, November 18th, 2008

Saya pernah berdebat dengan seorang.. akhwat tentang ini. Saya sendiri pertama kali mendapat informasi tentang cerita pernikahan Aisyah istri Rasulullah ini adalah saat saya masih SMP, dari seorang guru agama saya di SMPN 29 Jakarta. Beliau menjelaskan bahwa.. angka 7 itu bukan berarti 7 dalam arti sebenarnya. Karena ada perbedaan kurun antara perhitungan Masehi dengan Hijriyah. Angka tepatnya belum diketahui. Atau lebih kurangnya, Beliau mengatakan bahwa pernyataan tentang angka 7 itu adalah lemah, meski diakui Aisyah menikah dengan Rasulullah dalam usia yang relatif belia. Hmmm.. saya yang belum nikah-nikah juga, ternyata tidak lebih dewasa dari seorang anak berumur 7 tahun. Jadi makin takut aja sayahhh!!! Sebenernya saya tuh paling heran sama umat Islam yang.. senang sekali berdebat.. berprasangka.. bahkan sampai-sampai memfitnah atas dasar prasangka.. padahal buktinya belum diselidiki dulu.. atau masih lemah buktinya. Hebatlah!!! Saya punya tips bila udah kebingungan seperti itu. Tips yang saya selalu ingat dari apa yang diajarkan oleh guru agama SMP saya itu. Bangun malam, sholat tahajud, adukan kepada Alloh SWT. Selesai!!!

Diklaksonin Ortu Mahasiswa

Wednesday, November 12th, 2008

Kisah ini terjadi beberapa hari setelah registrasi mahasiswa baru di kampus tempatku bekerja. Para mahasiswa baru tersebut tentunya sibuk mencari tempat tinggal yang baru maupun kos-kosan. Tidak sedikit dari orang tua mereka berkunjung untuk melihat keadaan mereka. Saat itu saya sedang terjebak di jalan yang macet, hendak pulang ke rumah. Untuk menghemat waktu, saya pun melajukan mobil ke jalan tikus agar cepat sampai di rumah. Namun sepertinya ada mobil lain yang mengikuti mobil saya, berbelok menuju jalan tikus tersebut. Kebetulan di belakang mobil saya tertempel stiker institusi yang ditempel oleh satpam kampus tanpa seijin saya. Ya wess! Karena saya berprasangka baik saja pada mobil di belakang saya, ya saya pun terus melajukan mobil.. ke rumah.. bukan ke kampus.. Lepas dari jalan tikus sepertinya mobil yang membuntuti saya seperti marah-marah dengan memain-mainkan klakson seenaknya. Mengganggu saya lebih tepatnya. Untungnya mood saya lagi baik. Saya pun mengeluarkan kepala dan tangan saya sambil meminggirkan mobil, seolah-olah berkata,”Silakan tuan, saya beri jalan seluas-luasnya untuk lewat”. Saya melihat seorang laki-laki tua berpakaian safari beserta perempuan yang sepertinya merupakan istrinya. Wanita itu seakan-akan memberitahu suaminya dengan berkata,”Bukan mahasiswa!”. Ya iyalah saya bukan mahasiswa sebab kalau saya mahasiswa tentunya saya akan berpakaian seragam mahasiswa. Baru saya sadar kalau mobil tersebut berplat B yang merupakan plat luar kota dan sepertinya mereka sedang kebingungan mencari jalan untuk ke kampus. Padahal kampus yang mereka tuju sudah terlewat cukup jauh akibat mereka memotong jalur macet melalui jalan tikus. Hmm.. coba pemirsa merenungkan kisah ini. Bila mereka membuntuti saya tanpa ngomong apa-apa ke saya sampai nyasar.. siapa yang salah? Trus kelakuan mereka menumpahkan kekesalan dengan mengganggu konsentrasi saya menyetir apakah tidak membahayakan orang lain? Terakhir.. apa yang seharusnya mereka lakukan dengan perbuatan mereka tersebut? Hmm.. saya cuma berpikir.. kalau kelakuan ortu mahasiswa aja udah kayak gitu.. gimana mahasiswanya ya? Atau jangan-jangan dosennya malah yang disalahin. Capek duehhh!!!

My Letter to Mr. Barack Obama

Wednesday, November 5th, 2008

Congratulation Mr. Obama! You win the election. I’m Indonesian people, not American people. The important thing that I support you in the battle ground via internet just only for winning what you told to us, to maintain your country with your tight strategy. Making a good regulation. Including how to maintain your stock market so the market will do anything with clear rule to follow your regulation. Not like liberalism mindset as what ‘the CIO’ want to do, so it will just only increase revenue of CIO in WallStreet, and make my people in my country suffer, and soon your people in your country will suffer too. Hopefully you keep your promises. So the Fed not do like they had done before. Increase the rate of interest when many countries in asia suffer on economic crisis. The impact have felt by the people on your country by now. About your security concern. I told you that I’m moslem. My country is any place that Islam is being there. So I call any people who believe that Islam is their religion as my brother. I hope Alloh give me a brave to fight any other people who disturb my brother. Including via economic war, absolutly of course! I think someday, my people will fight with your people. But if that condition is hapenned, please.. do a good fight. Making your war and my war as a ‘white war’. Don’t kill our children and women. Don’t destroy our civilitation. My people will do the same to your people.. someday, hopefully it is happened. Because women and children are not the good soldiers. If they have to fight, joining the battle, it cause there is nothing they can do, nothing they can hope, so the death is being what they want. We love enemies who fight like a knight. So we are a knight too. Hopefully you work hard, making your country prosperously. We will work hard too, making a good civilitation. Lakum dinukum waliyadin!

Disumpahin Mati

Wednesday, November 5th, 2008

Ini cerita pas beli sepatu di Cibaduyut. Duh kok saya sekarang lagi banyak cerita yang serem-serem ya :( . Soale lagi ingetnya yang kayak begini seh. Saat mengantar ibu saya ke Jakarta dari Bandung, menyempatkan diri mampir dulu ke Cibaduyut untuk membeli sepatu. Kebetulan sepatu saya yang biasanya saya pake tuh robek sedikit. Daripada ntar kejadian yang enggak-enggak, mendingan kan dihindari sejak dini. Saya sebenarnya suka sekali dengan model sepatu lama saya. Makanya gak heran saya gak mau ganti model sepatu. Beli sepatu yang merknya sama, ukurannya sama, di toko yang sama. Cuma sayangnya pas mo beli sepatu tersebut, ternyata ukuran yang nomor 43 lagi gak ada. Maksimalnya cuma 42. Ya akhirnya saya cuma bisa pesen aja dengan harapan suatu hari saya balik kembali ke toko itu lagi. Begitulah.. saya merencanakan untuk kembali ke toko tersebut sekembalinya ke Bandung, setelah lebaran usai. Cuma sayang sekali saat hendak mo berangkat, tiba-tiba saja saya jatuh sakit. Man! saya terbaring di tempat tidur kayak orang yang kagak bisa bangun. Rasanya kepala tuh berat banget. Akhirnya saya memberitahu ke pelayan toko, via sms, kalo saya sakit jadi gak bisa dateng. Tapi dibalas sama pelayan toko dengan jawaban kurang lebih seperti ini, “Trus kapan matinya?”. Hmm.. akhirnya saya bales aja smsnya dengan jawaban “Wa alaikum”. Anya-anya wae pelayan toko itu. Udah sepatu gak ada pas mo dibeli, cara melayaninya seperti itu. Namun akhirnya saya memutuskan mengadukan perihal itu ke pemilik toko tersebut. Hmm.. segitu aja dulu deh urusannya di dunia ini. Nantikan episode selanjutnya di akhirat kelak.

Bekas Rumah Barack Obama

Tuesday, November 4th, 2008

Saya sempat melihat berita di televisi tentang rumah milik Tata Aboe Bakar. Rumah bekas kediaman masa kecil Barack Obama, di Jalan Taman Amir Hamzah No 22, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Sudah banyak calon pembeli yang menawarkan untuk membeli rumah tersebut. Salut juga pada si Bapak Tata ini yang tidak mau menjual dengan alasan bahwa rumah itu adalah rumah milik keluarga. Hmm.. 150 miliar memang bukan jumlah yang sedikit. Tapi kalau dilihat dari nilai historisnya mungkin angka segitu biasa-biasa aja kali ya. Sebaiknya seh menurut saya gak dijual ajalah rumah itu. Daripada nanti kenapa-kenapa. Entah itu ditaro sesajen, dedemit, dsb. Bukannya curigation loh, soale saya sendiri pernah dipelet orang. Gawat bener orang-orang jaman sekarang ini. Anya-anya wae. Menghalalkan segala cara.


Bad Behavior has blocked 58 access attempts in the last 7 days.