Apresiasi Saya Pada Pansus F-PKB

February 7th, 2010

Enaknya hidup di jaman sekarang tuh.. teknologi sudah demikian canggih. Orang bisa tau apa yang terjadi di tempat lain tanpa perlu beranjak dari tempatnya :) Sama halnya seperti diri saya yang sempat menonton apa yang terjadi saat para anggota pansus DPR bekerja dalam menangani kasus Bank Century. Cuma klo saya ditanya anggota pansus mana yang saya tuh.. apresiasi.. pada pertanyaan2 yang diajukan.. Saya akan mengatakan bahwa saya sangat apresiasi sekali pada anggota pansus dari F-PKB. Menurut saya pertanyaan2 yang diajukan F-PKB ini sangat esensial dan memang layak untuk dijawab. Sebagai tambahan aja.. pernyataan saya ini adalah pernyataan yang insya Alloh independen yach. Saya sendiri tidak milih PKB maupun Demokrat kok pas pemilu kemaren. Itu ajahhh..

NB: Kenapa lagi saya mesti ngomong begini di artikel saya yach? Kerjaan sendiri aja gak kelar2 saya urusin seperti bikin “aturan” menyangkut “tata kelola” penggunaan laboratorium riset ;p Tapi sibuk ngurusin kerjaan orang lain.. [lol mode]

Virus Jaringan Januari 2010

January 21st, 2010

Ada virus jaringan dari Cina yang memalsukan MAC Address router / proxy sehingga seluruh komputer intranet yang terhubung ke internet melalui proxy akan terinfeksi virus. Komputer yang terinfeksi virus ini akan meneruskan akses router ini (transparent proxy) sambil “menitipkan” satu link download yang berisi virus. Sehingga mengakibatkan pengakses internet dalam jaringan akan mendapatkan kiriman virus setiap kali membuka browser baik IE, Firefox atau Safari sekalipun tetap mendapatkan kiriman virus. Akibatnya.. akses internet jadi nyala-idup-nyala-idup.. eh.. nyala-mati-nyala-mati! Dan yang bakalan jadi korban bisa.. “S-E-K-A-N-T-O-R” [lol mode].

WASPADA.. terhadap komputer yang tidak menggunakan antivirus. Misalkan merasa aman2 saja dengan memakai aplikasi seperti Deep Freeze. INGAT.. yang dikerjain adalah proxy dan trigger-nya adalah dari komputer yang tidak memasang atau pun meng-update antivirusnya.

Baru terdeteksi hari ini saat komputer saya cuma saya pasangkan Deep Freeze tanpa antivirus. Pas saya pasangin antivirus, tepatnya Avira, langsung terdeteksi.

Untungnya Linux tidak dapat mengeksekusi kode jahat tersebut sehingga PC Linux aman dari aktivitas virus tersebut. Namun secara jaringan, PC yang menggunakan Linux, jaringan http seolah2 tidak terkoneksi atau request http tidak dapat di respon oleh gateway.

Okeh gtu aja pemberitahuan dari Jason Bourne ;p

NB: Sori, karena semalem baru nonton seh. Jadi andrenalin na lagi aktif. Besok2 klo nonton Pirates of the Caribbean ntar bakal jadi alim lagi kok ;p

Antara Air, Listrik dan Internet

January 19th, 2010

Gimana kalo pemirsa mengalami yang kayak gini. Suplai air mati. Gimana rasanya? Trus pas suplai air idup, yang mati listrik-nya. Pas listriknya idup, yang gak karuan internet-nya, nyala mati nyala mati. Hmmm.. nikmaaat.. [sarkasme mode].

Pengaruh Pemadaman Listrik Terhadap Keberlangungan Riset

January 2nd, 2010

Klo saya sedang mendatangi seminar2 yang bertemakan pendidikan, terutama yang diselenggarakan pemerintah, para panelis yang menjadi pembicara sangat menginginkan agar para pendidik, dalam hal ini para dosen, untuk lebih giat lagi memajukan budaya penelitian. Menarik memang, cuma pernah suatu kali saya ditanya sama mahasiswa saya yang mencoba menggunakan server saya. Kok dia gak bisa akses lagi seperti biasanya. Trus saya bilang ke mahasiswa saya bahwa setingan server memang saya buat berbeda manakala server harus di-restart atau pun di-booting ulang dengan alasan keamanan. Sebagai akibatnya klo terjadi peristiwa seperti.. mati lampu akibat adanya pemadaman listrik misalnya, ya wess.. otomatis mereka gak akan bisa melanjutkan pekerjaan mereka termasuk riset mereka. Dari sini saja saya yakin sekali akan visi yang diharapkan pemerintahan, yang tentu saja disokong dengan misi yang baik (sarkasme mode).

Naik Daya Lebih Mudah Daripada Turun Daya

January 2nd, 2010

Sudah beberapa orang yang mengatakan hal ini kepada saya terkait dengan pemasangan daya dari provider penyelenggara energi listrik nasional. “Kenapa kok ketika naik daya mudah, tapi untuk turun daya susah sekali”. Padahal dengan kemampuan provider penyelenggara energi listrik nasional yang saya tau, mengalami defisit alias pembengkakan biaya operasional. Sehingga visi yang dijalankan adalah bagaimana untuk mengajak masyarakat agar berhemat dalam pemakaian energi listrik. Namun lucunya.. hal ini sepertinya tidak disokong dengan sikap dan prilaku para staf yang bekerja di provider penyelenggara energi listrik nasional ini dengan adanya keluhan dari masyarakat tentang sulitnya melakukan penurunan daya. Padahal dengan adanya penurunan daya itu dapat menghemat pemakaian energi listrik, tapi kenapa kok kesannya malahan masyarakat didorong untuk terus menaikkan daya dengan segala kemudahannya dan bukan disokong untuk menurunkan daya dengan segala tetek bengeknya. Klo nanya saya kenapa bisa begini, mungkin jawabannya adalah.. kebanyakan staf yang bekerja di sana pada gak bisa matematika kali ya. Jadi mesti belajar, untuk menghitung keuntungan sesaat dengan kerugian yang luar biasa besar di kemudian hari ato.. menghitung pengorbanan sedikit untuk keuntungan di masa mendatang. Gtu aja deh

Daerah Bebas Terbang

January 2nd, 2010

Pertama kali saya tinggal di daerah tempat tinggalku yang baru, senang sekali rasanya. Gimana gak senang, karena saya bisa mendengar suara burung-burung berkicau indah sekali. Saya gak perlu beli suara itu dan suara-suara itu datang seperti anugerah Tuhan kepada lingkungan sekitar saya. Tapiii.. kini sepertinya berkah itu mulai berubah menjadi bencana. Seakan-akan ada bunyi yang sangat mengganggu beterbangan kesana kemari gak tau maunya apaan. Gedeg-gedeg-gedeg.. ngoooeeeng.. ngoooeeeng.. mengalahkan bunyi kicau burung yang biasanya bisa saya nikmati sehari-hari. Sampai geleng-geleng kepala saya. Berisik pisan euy. Kayaknya di wilayah tempat tinggal saya sudah berubah menjadi “daerah bebas terbang”. Daerah bebas polusi udara. Maksudnya bukan dilarang terbang, tapi kalo perlu terbang kesana kemari tiap 10 menit sekali. Klo di luar negeri, meski institusi yang melakukannya.. hal itu bisa dituntut dengan tuntutan menganggu ketenangan hidup. Klo di Indonesia.. listrik mati aja gak ada yang bisa nuntut. Apalagi yang kayak beginian. Mungkin penguasanya ingin mengusir burung-burung yang ada. Padahal burung-burung itu selalu bertasbih memuji Tuhannya. Bila burung-burung itu pergi, mungkin tinggal nunggu bencana datang kali ya. Ya wess.. nunggu Bandung jadi Kota Atlantis berikutnya.. saya mah cuma bisa menonton dan berdo’a.. maklum bukan penguasa. Penguasa kan baru puas akan kemakmuran yang didapatnya kalo mulutnya sudah dijejali berbagai bencana. Seperti Lapindo. Bener kan? (Ditulis 2 Nopember 2008)

Saya Setuju BBM Naik

December 22nd, 2009

Saya sendiri bukannya mo jadi the best kok sekarang-sekarang ini. Cuma berpikir gimana ya caranya supaya bisa mati husnul khatimah. Hmm.. saya takut kalau apa yang menjadi pilihan hidup saya berubah, tiba-tiba saja bencana datang. Soale seringkali pilihan saya tepat. Ketika terpengaruh orang lain, ternyata pemikiran orang kebanyakan hanyalah emosi semata. Sebagai contoh kasus tentang BBM. Saya termasuk orang yang setuju kala itu BBM harganya naik, asssaaaaaaallllll.. inflasi bisa dikendalikan. Apakah saya menderita dengan keputusan saya itu? Tentu saja! Saya sempat makan hanya dengan merica dan nasi doang. Benar-benar penderitaan lahir batin. Tapi ternyata pilihan saya tepat meski saya merasa sudah dicaci-maki secara gak langsung. Sekarang saya berharap tinggal mendulang emas berupa pahala atas pilihan saya meski pilihan ini hanyalah suatu pilihan yang hanya tersimpan di dalam hati. Maklum saya bukan anggota dewan seh! Saya hanya orang biasa. Kenapa saya bilang saya tinggal mendulang emas. Pasalnya tatkala saya berdebat dengan beberapa orang tentang kenaikan BBM tersebut saya sempat bilang kurang lebih begini, “Kalau perhitungan saya salah.. silakan penggal kepala saya!”. (Ditulis 21 Nopember 2008)

Kijang Silver D 1071 HN, Abis Nabrak, Ngeloyor Kabur

December 12th, 2009

Hari ini, Sabtu, saya ditelpon oleh temen saya. Ia bilang ayahnya sakit dan ia bermaksud meminjam sejumlah uang untuk pengobatan ayahnya. Kebetulan rekening bank yang ia miliki berbeda dengan bank tempat saya menyimpan dana. Tadinya saya hendak mentransfer dana tersebut via ATM Bersama. Namun, lantaran ternyata bank yang ingin saya transferkan sejumlah dana tersebut tidak terdaftar di ATM Bersama, akhirnya saya coba cari di Buah Batu. Kali aja di Buah Batu layanan weekend banking dari bank tersebut ada. Ternyata setelah sampai di Buah Batu, bank yang saya maksudkan tersebut tutup. Dan kata tukang parkirnya, weekend banking-nya adanya di Utara. Waduh.. jauh be’eng pikir saya. Saya sekarang ada di Selatan soale. Akhirnya saya muter2.. berusaha.. kali aja ada yang buka deket2 Buah Batu. Ternyata emang di Selatan, pada tutup semua tuh kantor cabang bank yang dimaksud. Posisi saya saat itu udah di pasar Tegalega. Saat itu macet berat. Jalannya sempit. Akhirnya terjadilah perebutan terhadap jalan tersebut. Sebenernya klo di luar negeri, kalo udah posisi begitu, yang ada, antri satu2 gtu. Cuma klo di negeri impian, terus aja yang udah nyelak, gak ada keinginan ngasi jalan satu2. Ya wess.. akhirnya saya coba ngambil inisiatif untuk ngerebut posisi jalan tersebut dengan cara “menusuk”. Saya rasa klo teknik “menusuk” tersebut masih jauh lebih sopan ketimbang teknik “memepet” yang mana “memepet” biasanya sering bikin korban spion orang tabrakan dengan spion yang dipepet. Setelah jalan tiba2 terdengar suara tabrakan di belakang. Tepat bemper belakang mobil saya sebelah kanan ditabrak oleh kijang silver. Dan lucunya, istri di sebelah si bapak yang nyupir menyalahkan saya yang merebut jalan saya. [Geleng2 kepala mode]. Padahal posisi saya udah 90 persen masuk ke jalan tersebut. Jadi.. nabrak ini lebih mirip kecelakaan “main watak” seh menurut saya. Lalu saya bilang, agar dia mengganti aja deh dengan uang pecahan 50 ribuan. Karena saya pikir dengan mobil dia yang lebih bagus dari mobil saya, masa seh duit segitu gak punya. Sebenernya biaya kerusakan mobil saya bisa jadi lebih mahal dari itu. Cuma saya menginginkan “itikad baik” berupa usaha dia untuk mengganti meski dengan duit 50 ribuan saja. Bapak itu saya liat sambil setengah cengar-cengir lalu raut muka kembali serius, begitu terus berulang-ulang sampe capek saya ngomongnya, apalagi saya juga dikeroyok dengan omelan istrinya yang duduk di sebelahnya, Bapak yang nabrak mobil saya bilang “Nanti di depan setelah brenti, saya ganti”. Gtu kurang lebihnya. Sebenernya saya bermaksud memfoto posisi tabrakan tersebut agar saya memiliki bukti. Namun karena saat itu kondisi saya “pikiran sedang bercabang-cabang” dan juga ada bapak2 lain yang mencoba melerai lantaran situasinya macet berat, ya wess.. saya coba catet aja nomor mobilnya. Kijang silver bernomor polisi D 1071 HN. Begitulah seperti tabrakan yang biasa terjadi, tuh kijang silver ngeloyor aja pergi setelah jalan mendahului mobil saya. Gak ada rasa “tanggung jawab” sedikit pun. Akhirnya saya coba menghubungi pelayanan masyarakat di saluran 112 untuk memasukkan log kejadian tersebut. Tapi operatornya gak ngangkat2 telpon saya. Lalu akhirnya saya kirim aja pesan ke SMS 1717 tentang kejadian tersebut. Pemirsa, saya seh cuma ingin mengatakan.. klo kebetulan kenal dengan mobil yang menabrak saya.. tolong katakan bahwa apa yang dia lakukan tidak akan saya ikhlaskan sampai akhirat kelak kecuali dia mau bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan. Tanggung jawab di sini bukan tanggung jawab ala main watak ya. Yang setelah minta maaf dan bertanggung jawab, terus diulangi lagi berkali-kali.

Btw, saya pernah membaca kejadian yang sama, dengan tabrakan yang lebih parah dari apa yang saya alami, di luar negeri. Namun orang2 di luar negeri berkesan lebih bertanggung jawab ketimbang orang2 yang ada di negeri impian ini. Keadilan terhadap kasus tersebut pun dengan mudahnya diperoleh meski.. sudah beberapa hari berlalu. Padahal mereka jauh individualis ketimbang orang2 negeri impian yang katanya penuh dengan “rasa kekeluargaan”. Sampe2 pernah suatu hari sepupu saya yang sering ke luar negeri bilang, bahwa orang bule itu individualis.. tapi gak egois. Sedangkan negeri impian ini, orang2 nya penuh rasa kekeluargaan.. tapinya sesungguhnya egois. Saya cuma kasian lantaran, kejadian tersebut juga dilihat oleh anak2 dari si bapak yang nabrak itu. Ternyata secara gak langsung.. ia sudah mengajarkan.. kepada anak2 nya untuk menjadi orang yang.. tidak bertanggung jawab..

“Minta Air” Mah Jangan Ke Saya

December 8th, 2009

Kejadian tadi malem. Saya lagi ngobrol2 di warung depan komplek dengan bapak penjualnya, tidak seperti biasanya makan di warung dalam komplek. Tiba2 muncul laki2 setengah baya. Tampangnya seh kayak tentara. Trus masuk ke warung dan langsung bertanya kepada saya dalam arti minta tolong diberi air. Saya yang merasa bukan pemilik warung, ya saya jawab saja kurang lebihnya “Waduh Pak, di sini mah saya cuma nongkrong”. Kemudian si bapak penjual memberikan air kepada laki2 tersebut. Setelah mendapatkan air, ia pun masuk ke mobilnya, avanza warna hitam. Sepertinya ia tinggal di GPA seperti saya juga. Setelah laki2 itu pergi, si bapak penjual agak ngomel2. Bapak penjual warung itu agak sebel sebenernya diminta seperti itu. “Beli ngapah” kurang lebihnya begitu gerutu si bapak penjual. Trus saya jelaskan ke bapak penjual. Tadi tuh kayak na laki2 itu bukan minta air. Tapi minta air tanda kutip, alias dia lagi “dikerjain” sama orang. Saya yang gak ngerti apa2 klo dimintain air juga yang ada bingung maksudnya apa an. Lah wong saya orang biasa2 aja yang gak punya kesaktian apa2. Klo diusilin orang yang ada juga ngasi tau doank bisanya. Trus klo yang dikasi tau gak waras2 juga, baru deh senjata pamungkas saya berupa do’a saya keluarin. Itu pun klo udah jengkel abis. Klo belum jengkel paling ngucapin “Wa alaikum”. Gtu doank bisanya. Hmmhhh.. kasian juga seh ngeliat laki2 itu. Apalagi tinggalnya masih sekomplek kayak na. Btw saran saya mah.. sama kali ya kayak Om Ustad Dhanu yang dari Bengkel Hati (Gak papa ya dipanggil om ustad). Coba aja deh sholat malam. Cuma klo dari saya sholat malam alias tahajud na agak spesial. Coba deh tahajud berturut-turut 40 hari jangan pernah putus. Saya ngasi tau gini dosa gak ya. Maksud saya seh.. tobat nasuha dulu kali ya. Kali aja trus do’a na terkabul. Soale saya sendiri klo lagi ketimpa masalah yang saya gak tau jalan keluar na, biasanya seh saya lakukan tuh yang kayak gtu. Terkabul gak do’a na saya? Jawabannya.. meneketehe! Saya mah percaya aja klo saya udah sungguh2 ntar juga ada jalan kluar. Daripada udah puyeng, dipikirin tambah puyeng. Tapi klo gak bisa juga, yang bagusnya seh di-ruqyah-in. Itu seh yang sesuai tuntunan Rasulullah. Masalahnya puyeng juga seh menghadapi yang aneh2 bin gak masuk akal gtu. Tapi kenyataannya yang kayak gtu tuh ada pemirsa. Saya sendiri sampe heran klo di jaman yang udah modern kayak gini, yang kayak bgituan masih ada aja. Asli deh [geleng2 kepala mode].

Tujuhbelasan Di Rumah Menguntungkan Institusi Juga Kok

December 8th, 2009

Kalo ada yang bertanya.. apakah dengan ikutan tujuhbelasan na saya di rumah, menguntungkan institusi.. maka saya akan menjawabnya.. “Ya!”. Pasalnya, entah karena baju rumah saya yang sedikit.. ato saya yang jarang beli baju.. yang jelas saat acara perayaan berupa pertandingan tujuhbelasan tersebut, saya mengenakan baju yang ada lambang institusi tempat saya bekerja. Akhirnya banyak tetangga saya yang tau kalo saya bekerja di institusi tempat saya bekerja saat ini. Sampai2 ada seorang anak kecil yang bertanya kurang lebih na bgini.. “Om kerja di institusi “anu” ya?”.

NB: Klo bekerja dimulai dari keinginan beramal, insya Alloh selalu menguntungkan kok. Lebih jauh lagi, hati pun menjadi tentram.