Archive for the ‘Harianku’ Category

Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie

Thursday, September 12th, 2019

Saya selaku blog founder ini mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi roji’un, turut berduka cita atas wafatnya Bapak Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie.

Habibie dan Ainun

Semoga amal Beliau diterima oleh Alloh SWT dan diampuni segala kesalahannya. Amin.

Memandang matahari terbenam di kala senja

Terkadang hati ini tidak berharap matahari kan terbenam..

Namun terbenamnya matahari terkadang memiliki keindahannya sendiri..

Yang dengan keindahannya itu menenangkan dan menguatkan hati ini..

Mewariskan Integritas

Saturday, August 31st, 2019

Ini adalah sebuah kisah yang saya terima dari media sosial. Meski demikian, karena besarnya hikmah dari kisah ini, maka saya merasa pantas untuk menuliskannya kembali di blog pribadi saya.

Sekitar tahun 1920-an, gembong mafia terkenal, Al-Capone menjadikan Easy Eddy sebagai salah satu pengacaranya. Karena kepiawaiannya, Eddy selalu berhasil membebaskan para mafia dari kejahatan yang telah mereka lakukan. Sehingga Al-Capone memberikan berbagai fasilitas mewah kepada Eddy dan keluarganya.

Easy Eddy memiliki anak lelaki yang sangat ia sayangi. Namun tiba pada suatu saat, di mana Eddy mulai berpikir tentang apa yang hendak ia wariskan kepada anak laki-lakinya. Setelah berulangkali merenung, sampailah ia pada kesimpulan bahwa yang terbaik yang dapat ia wariskan kepada anak lelakinya adalah “the legacy of a good name”. Sebuah peninggalan (warisan) berupa nama baik!

Pada akhirnya Eddy berbalik menjadi lawan utama Al-Capone. Satu-persatu kejahatan mafia pimpinan Al-Capone dikalahkan di pengadilan. Cita-citanya untuk meninggalkan nama baik, harus ia bayar mahal dengan hidupnya sendiri. Eddy tewas terbunuh saat hendak pulang ke rumahnya.

Saat senja di pantai

Di masa yang berbeda semenjak Eddy terbunuh, yaitu pada masa Perang Dunia II, ada seorang pemuda di angkatan udara Amerika yang bertugas membawa pesawat yang berpangkalan di kapal induk Lexington. Akibat kelalaiannya, ia lupa mengisi bahan bakar. Pada akhirnya, penerbang ini meminta ijin untuk kembali ke pangkalan guna mengisi bahan bakar. Saat perjalanan pulang, ia melihat 9 pesawat bomber Jepang yang juga sedang menuju ke kapal induk. Tanpa berpikir panjang, sang pemuda penerbang tersebut langsung menyerang kesembilan pesawat bomber tersebut. Teman-temannya yang berada di kapal induk hanya bisa melihat peristiwa tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai pada akhirnya, karena kehabisan peluru, sang pemuda penerbang tersebut kemudian menabrakan pesawatnya ke salah satu pesawat bomber lawannya. Namun yang menarik, meski pesawat sang penerbang rusak parah, ia tetap berhasil mendarat dengan selamat kembali ke pangkalan, setelah membuat rontok lima pesawat musuhnya.

Atas keberaniannya, sang pemuda tersebut dianugerahi medali US Congressional Medal of Honour, sebuah penghargaan tertinggi yang ada pada saat itu. Yang sangat menarik dari dua kisah di atas, ternyata sang pemuda tersebut adalah Edward O’Hare, yang tidak lain merupakan putra tunggal dari Easy Eddy!

Rupanya pengorbanan Easy Eddy untuk menunjukkan integritasnya kepada negara, telah berhasil ia wariskan kepada putranya.

Yang perlu kita renungkan setelah membaca kisah-kisah tersebut adalah.. apakah kita akan sanggup mewariskan integritas kepada anak keturunan kita, seperti layaknya seorang Eddy kepada putranya?

Wallohu a’lam..

Bertemu Mamah Gajah Berlari di Textile Fun Run 2019

Tuesday, August 13th, 2019

Untuk sebuah protokol pembukaan acara, bagi saya pribadi, pembukaan acara Textile Fun Run 2019 termasuk kelamaan. Namun hal itu pada akhirnya tidak menjadi masalah tatkala di hadapan saya terlihat sekumpulan mamah-mamah tertawa-tawa seperti sibuk sendiri sesamanya, ngerumpi dan selfie-selfie.

Akhirnya saya pun memberanikan diri meminta foto mereka.

Mamah Gajah Berlari

Untuk porsi seorang pelari, maupun mamah-mamah, mereka tergolong imut-imut menurut saya. Sepertinya mereka jauh lebih muda umurnya dari saya. Meski demikian, untuk urusan lari, boleh juga. Sebab beberapa dari mereka sanggup menyalip saya saat saya berlari pada acara tersebut.

Ternyata mereka menyebut diri mereka dari kelompok pelari Mamah Gajah Berlari. Dalam hati kecil, sebenarnya saya berharap bila kelak puya istri, istri saya bisa bergabung dengan perkumpulan mamah-mamah seperti ini. Bagi saya positif kegiatannya, yaitu agar bergaya hidup sehat melalui olahraga lari.

Semoga Mamah Gajah Berlari sukses selalu dan tetap eksis :).

Mengikuti Pocari Sweat Run Bandung 2019

Sunday, August 11th, 2019

Bagi saya Pocari Sweat Run Bandung 2019 merupakan suatu perhelatan yang fenomenal. Sebab sekitar 10.000 pelari hadir pada acara tersebut. Penyelenggaraannya pun memperoleh rekor MURI, karena 10.000 pesertanya mendaftar hanya dalam waktu 45 menit.

PSRB 2019, Persiapan Lari

PSRB di tahun 2019 adalah yang pertama kalinya saya ikuti dari sekian acara PSRB yang pernah diadakan di Kota Bandung, dan saya berhasil menyelesaikan 10K saya sekitar 1,33 jam.

Saya berharap tahun depan bisa kembali mengikuti PSRB.

PSRB 2019, gaya gokil anak mille

Semoga PSRB sukses selalu dan tetap eksis :)

Berpikir Sebelum Bertindak

Wednesday, July 31st, 2019

Sering saya melihat seorang ibu memarahi anaknya agar ia berbuat baik. Seolah-olah berbuat baik itu adalah suatu yang sangat sulit dilakukan oleh sang anak. Namun baru saya sadari bahwa jangan-jangan seorang anak enggan berbuat baik adalah lantaran ia jarang diajak untuk berkontemplasi atau berpikir oleh orang tuanya. Pertanyaan sederhananya, akankah seseorang melakukan tindakan yang merugikan dirinya manakala ia berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak? Sebagai contoh membuang sampah ke sungai, akankah dilakukan oleh seseorang yang terbiasa berpikir sebelum bertindak?

Taman Sungai Mudal, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta

Maka dari itu, marilah kita membiasakan diri dan juga mengajak orang-orang di sekitar kita, agar membiasakan diri untuk berpikir sebelum bertindak. Karena kemuliaan seorang manusia dibandingkan mahluk Alloh SWT lainnya adalah tatkala ia dapat menggunakan akalnya dan dengannya ia pada akhirnya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi alam semesta.

Yang Buta di Akhirat

Tuesday, April 30th, 2019

Sebagian manusia di akhirat, yang matanya buta, seakan-akan bertanya, mengapa mata mereka buta, padahal semasa hidup di dunia mereka dapat melihat.

Wisata Alam Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta

Seakan-akan Alloh SWT pun kemudian menjawabnya, “Telah Kutunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Ku agar kalian tunduk kepada-Ku. Namun kalian melampaui batas dan tidak mengindahkannya. Maka kini Kubutakan mata kalian, sebagaimana kalian membutakan mata hati kalian terhadap apa yang telah Kusampaikan!”

Wallohu a’lam

Benarkah Provider Televisi Sekelas CNN Tidak Melakukan Kebohongan Publik?

Sunday, April 21st, 2019

Bila kita mencermati kualitas tayangan televisi di Indonesia, tentunya masih jauh dengan kualitasnya CNN. Namun yang perlu dicermati adalah apakah provider televisi sekelas CNN tidak pernah melakukan kebohongan publik?

teori konspirasi peristiwa 9/11 (11 September) World Trade Center

Mengacu pada peristiwa 11 September yang penayangannya sangat fenomenal oleh CNN, bila kita menilik kembali temuan-temuan baru hasil forensik, muncul banyak sekali kejanggalan-kejanggalan. Saya lebih suka melihat pengungkapan temuan-temuan baru tersebut melalui Youtube. Mulai dari analisa pakar penerbangan, pakar bangunan, pakar broadcasting, penjelasan orang-orang yang berada di sekitar area terjadinya peristiwa, banyak mengungkapkan hal-hal yang bagi mereka mustahil hal tersebut terjadi tanpa rekayasa. Sehingga pada akhirnya, penjelasan yang paling masuk akal mengarah pada adanya suatu konspirasi besar dibalik munculnya peristiwa tersebut.

9/11: Conspiracy Theories & The Unanswered Questions

Manakala pertanyaan tadi kembali dimunculkan berulang kali, benarkah televisi sekelas CNN telah melakukan kebohongan publik? Silakan dijawab dengan hati nurani yang bersih. Begitu pun bila ada pertanyaan apakah benar para provider televisi di Indonesia telah melakukan kebohongan publik? Hal ini silakan juga dijawab dengan hati nurani yang bersih :)

Dagelan Quick Count 2019

NB: Berbasis pemaparan: “9/11: Conspiracy Theories & The Unanswered Questions” dan penayangan QC 2019

Mengunci Formula Excel Agar Tidak Berubah Saat di-Copy

Monday, March 11th, 2019

Meski untuk sebagian orang hal ini mudah untuk diingat, namun entah kenapa, fungsi yang bisa diaktifkan dengan menekan tombol F4 ini, seringkali saya lupa. Supaya tidak lupa, maka saya tuliskan dalam blog saya, sekaligus harapannya bisa memberi manfaat untuk orang lain.

Manfaat tombol F4 ini adalah untuk mengunci formula pada excel, sehingga tatkala hendak melakukan copy formula, maka ada bagian formula yang terkunci dan tidak akan berubah bila di-paste ke record yang lain

Sebagai contoh tabel berikut ini:

formula excel

Formula di record C2 adalah: =A2*B2. Sehingga bila formula di record tersebut di-copy ke record C3 dan C4 hasilnya akan seperti tabel berikut ini:

formula excel

Bila saya melakukan select di formula pada bagian A2 dari rumus: =A2*B2 di record C2, lalu menekan tombol F4, maka bagian A2 akan terkunci. Hasil rumusnya akan menjadi: =$A$2*B2.

Bila formula di record tersebut di-copy ke C3 dan C4 hasilnya akan seperti tabel berikut ini:

Demikian semoga bermanfaat.

Solusi Sound Card Windows Bermasalah

Monday, February 25th, 2019

Sudah beberapa kali sound card laptop saya bermasalah. Namun untungnya saya sudah mengerti bagaimana cara menanganinya.

device manager

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buka control panel
  • Klik device manager
  • Expand bagian Sound, video and game controllers
  • Lalu select bagian Realtek High Definition Audio, lalu klik kanan dan pilih uninstall. Sebagai catatan penting.. JANGAN mencentang bagian delete the driver software for this device, lalu klik OK
  • Setelah itu select kembali bagian sound, video and game controllers dan pilih scan for hardware changes

Selamat bila ternyata setelah melakukan langkah-langkah di atas soundcard Anda kembali normal seperti sedia kala.

Antara Tawaf dan Berlatih Kungfu

Wednesday, October 31st, 2018

Kisah ini adalah salah satu kisah bahagia dari banyak kisah bahagia lainnya saat saya berada di Mekkah al-Mukarramah. Sebab saat itu, ada kejadian yang tidak biasa saat saya melakukan tawaf di Masjidilharam.

Saat itu, halaman Kabah tidak bisa dimasuki bila seorang laki-laki tidak berpakaian ihram. Adanya pemberlakuan prioritas untuk yang berpakaian ihram ini, mungkin lantaran saat itu ada banyak pengembangan di kompleks Masjidilharam.

Saya datang ke Masjidilharam sambil berpakaian ihram. Namun lantaran saya belum mengetahui secara detail bagaimana caranya agar bisa masuk ke halaman Kabah, akhirnya saya hanya bisa melakukan tawaf di luar halaman Kabah. Tentu saja hal ini mengakibatkan lingkaran tawaf yang harus saya putari menjadi demikian besar dan lebih banyak memakan waktu ketimbang melakukan tawaf di halaman Kabah.

Setelah Subuh, saya pun berniat melakukan tawaf sambil berlari-lari kecil. Maksudnya agar lebih cepat selesai, sekalian melatih kebugaran, mumpung masih pagi hari dan udaranya juga segar. Begitu ungkap saya dalam hati.

Kebetulan saat itu, sekonyong-konyong muncul seorang laki-laki bule, seperti dari Turki, yang juga melakukan tawaf sambil berlari-lari kecil. Jadilah akhirnya saya tawaf sambil mengikuti laki-laki bule tersebut dari belakang, sambil berlari-lari kecil.

Dalam hati saya, saya berkata bahwa betapa enaknya tawaf sambil berlari-lari kecil. Sebab, kalau sambil jalan bisa terlalu lama selesainya. Namun tiba-tiba seusai berkata demikian di dalam hati, putaran saya terhenti lantaran saya ingin ke kamar kecil. Jadilah akhirnya saya berpisah dengan laki-laki bule tersebut.

antara tawaf dan berlatih kungfu

Seusai dari kamar kecil saya bermaksud melanjutkan tawaf kembali. Namun kali ini ada yang menarik. Sebab, saat saya hendak mulai tawaf kembali, saya bertemu sosok laki-laki hitam yang tinggi besar berjalan cepat sekali. Akhirnya saya mengikuti laki-laki hitam tersebut dari belakang. Lucunya, saya agak kesulitan mengikuti laki-laki hitam ini sampai-sampai saya harus mengikutinya sambil berlari-lari. Padahal si laki-laki hitam ini tawaf sambil berjalan.

Setelah selesai sekitar dua putaran mengikuti laki-laki hitam ini, tiba-tiba saat hendak memulai putaran selanjutnya, laki-laki hitam ini menoleh ke belakang, mengacungkan jempol, sambil tersenyum kemudian berkata, “Ready?!”. Rupanya dia mengetahui kalau saya selalu mengikutinya dari belakang. Sambil agak gugup saya pun menjawab hanya dengan bahasa isyarat dengan mengacungkan jempol.

Namun yang membuat saya agak kaget, ternyata kemudian laki-laki hitam ini melakukan tawaf sambil berlari. Dalam hati, saya berkata bahwa mengikuti laki-laki ini saat dia jalan saja sudah membuat saya berlari. Sekarang dia tawaf sambil berlari. Saya sempat agak ragu untuk tetap mengikutinya dari belakang sambil berlari.

Akhirnya, kami pun tawaf sambil berlari. Lari yang dilakukan adalah lari sambil zig-zag. Hal ini dilakukan untuk menghindari tabrakan dengan kerumunan orang yang juga sama-sama melakukan tawaf.

Rasanya napas serasa ingin putus karena laki-laki hitam ini lari cepat sekali. Namun ada hikmah dari kejadian saat saya sempat sakit sebelum melakukan umrah di tahun 2018. Saya telah belajar apa itu Tai Chi, bagaimana gerakan langkah Tai Chi, berikut liukan tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan langkah-langkah Tai Chi. Akhirnya, saat saya berlari sambil zig-zag, saya memutuskan untuk melakukan napas Tai Chi berikut gerakan langkah kaki dan liukan tangannya.

Saat mengimbangi larinya si laki-laki hitam tersebut, walau napas rasanya mau berhenti, namun entah seperti ada kebahagiaan di dalamnya. Capek, namun sangat enggan untuk berhenti. Sebab secara tiba-tiba, saya merasa saat itu Alloh SWT berkata, “Wahai hamba-Ku, coba tunjukkan latihan Tai Chi yang kau lakukan selama ini. Aku ingin melihatnya!”. Jadilah sesi tawaf saat itu bagaikan berlatih kungfu. Memang yang saya lakukan tawaf, tapi gerakan langkah saya yang cepat menghindari kerumunan orang untuk mengimbangi kecepatan lari si laki-laki hitam ini, pada akhirnya bagaikan orang yang sedang berlatih kungfu.

Untungnya setiap sampai garis batas setelah Rukun Yamani, laki-laki hitam ini berjalan sebentar sambil memberi isyarat ke Hajar Aswad. Sehingga setiap saat itu, saya selalu berusaha mengatur napas saya untuk persiapan berlari kembali.

Saat putaran keenam selesai, ternyata si laki-laki hitam ini telah menyelesaikan putarannya yang ketujuh. Si laki-laki hitam ini, sambil tertawa, berkata kepada saya sambil mengangkat kedua tangannya. “Finish! Finish!”, begitu katanya. Saya pun berkata, “Jazakalloh!”. Akhirnya kami pun berpisah dan saya melanjutkan putaran ketujuh sambil berjalan. Saya memutuskan berjalan karena dalam konsep olahraga ada sesi yang dinamakan sesi pendinginan.

Itulah sebuah kisah bahagia yang saya alami saat umrah di tahun 2018. Setiap kali saya teringat kisah ini, seperti ingin menitikkan air mata. Tapi bukan air mata kesedihan. Seperti ada rasa haru, bahagia, dan ingin mengulanginya kembali. Saya selalu berharap bisa ke Mekkah lagi dan mendapatkan nasihat langsung dari Alloh SWT. Suatu nasihat yang harapannya bisa mengubah saya menjadi lebih baik lagi.

Bukan nasihat yang keras, karena saya takut tidak kuat menghadapinya. Namun nasihat yang bisa menyentuh hati ini. Sehingga bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik lagi.