Dilarang Pacaran di Laboratorium

Sebenarnya menjadi salah satu target buat saya dalam waktu dekat ini, tentunya setelah pengadaan perangkat pengganti terhadap perangkat lab yang rusak telah tersedia, untuk meningkatkan utilisasi penggunaan laboratorium agar.. degradasi moral yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Salah satu caranya adalah dengan membuat infrastruktur berupa aturan yang dianggap bisa memenuhi dan mendukung hal tersebut. Namun bila harus dicantumkan kata-kata.. dilarang pacaran di laboratorium.. kenapa kok.. di dalam hati saya ada perasaan malu ya. Inginnya hal ini berupa kesadaran dari masing-masing pihak. Jangankan pacaran.. kongkouw-kongkouw di lab aja saya agak-agak kurang suka apalagi.. pacaran. Sebenarnya untuk mendefinisikan yang gak pacaran saja itu saya agak-agak bingung. Mungkin itu sebabnya sampai saat ini saya belum lagi nikah-nikah juga. But.. kalo berdua-duaan.. dengan yang bukan muhrimnya.. di ruangan tertutup.. itu namanya apaan? Saya mengatakan ini sama sekali bukan karena iri lantaran orang udah punya pacar sedangkan saya sama sekali gak laku (belon laku.. moga2.. sampai bisa dibuktikan). Sama sekali bukan itu ya yang menjadi landasan mengapa saya menulis artikel ini. Sori Bro! I have to say this. Kemarin salah seorang rekan kerja saya bilang kurang lebih, ya wess klo cuma berdua di ruangan, dipesenin aja agar pintu na dibuka. Jadi kesannya lebih enak gitu. Mungkin ini bisa jadi solusi yang baik kali ya. Trims mohon maklum..

Tags:

Leave a Reply


seven − 4 =