Mewariskan Integritas

Ini adalah sebuah kisah yang saya terima dari media sosial. Meski demikian, karena besarnya hikmah dari kisah ini, maka saya merasa pantas untuk menuliskannya kembali di blog pribadi saya.

Sekitar tahun 1920-an, gembong mafia terkenal, Al-Capone menjadikan Easy Eddy sebagai salah satu pengacaranya. Karena kepiawaiannya, Eddy selalu berhasil membebaskan para mafia dari kejahatan yang telah mereka lakukan. Sehingga Al-Capone memberikan berbagai fasilitas mewah kepada Eddy dan keluarganya.

Easy Eddy memiliki anak lelaki yang sangat ia sayangi. Namun tiba pada suatu saat, di mana Eddy mulai berpikir tentang apa yang hendak ia wariskan kepada anak laki-lakinya. Setelah berulangkali merenung, sampailah ia pada kesimpulan bahwa yang terbaik yang dapat ia wariskan kepada anak lelakinya adalah “the legacy of a good name”. Sebuah peninggalan (warisan) berupa nama baik!

Pada akhirnya Eddy berbalik menjadi lawan utama Al-Capone. Satu-persatu kejahatan mafia pimpinan Al-Capone dikalahkan di pengadilan. Cita-citanya untuk meninggalkan nama baik, harus ia bayar mahal dengan hidupnya sendiri. Eddy tewas terbunuh saat hendak pulang ke rumahnya.

Saat senja di pantai

Di masa yang berbeda semenjak Eddy terbunuh, yaitu pada masa Perang Dunia II, ada seorang pemuda di angkatan udara Amerika yang bertugas membawa pesawat yang berpangkalan di kapal induk Lexington. Akibat kelalaiannya, ia lupa mengisi bahan bakar. Pada akhirnya, penerbang ini meminta ijin untuk kembali ke pangkalan guna mengisi bahan bakar. Saat perjalanan pulang, ia melihat 9 pesawat bomber Jepang yang juga sedang menuju ke kapal induk. Tanpa berpikir panjang, sang pemuda penerbang tersebut langsung menyerang kesembilan pesawat bomber tersebut. Teman-temannya yang berada di kapal induk hanya bisa melihat peristiwa tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai pada akhirnya, karena kehabisan peluru, sang pemuda penerbang tersebut kemudian menabrakan pesawatnya ke salah satu pesawat bomber lawannya. Namun yang menarik, meski pesawat sang penerbang rusak parah, ia tetap berhasil mendarat dengan selamat kembali ke pangkalan, setelah membuat rontok lima pesawat musuhnya.

Atas keberaniannya, sang pemuda tersebut dianugerahi medali US Congressional Medal of Honour, sebuah penghargaan tertinggi yang ada pada saat itu. Yang sangat menarik dari dua kisah di atas, ternyata sang pemuda tersebut adalah Edward O’Hare, yang tidak lain merupakan putra tunggal dari Easy Eddy!

Rupanya pengorbanan Easy Eddy untuk menunjukkan integritasnya kepada negara, telah berhasil ia wariskan kepada putranya.

Yang perlu kita renungkan setelah membaca kisah-kisah tersebut adalah.. apakah kita akan sanggup mewariskan integritas kepada anak keturunan kita, seperti layaknya seorang Eddy kepada putranya?

Wallohu a’lam..

Tags: , ,

Leave a Reply


− four = 4