Pilih “Dia” Atau “Dirinya”

Bilamana saya ditanya oleh seseorang.. mana yang saya pilih.. “dia”.. atau “dirinya”.. Maka akan saya jawab.. cukuplah Alloh SWT untuk diri saya. Bilamana ditanyakan apakah ada wanita yang saya inginkan? Maka saya akan menjawab.. kalau ingin menikahi seseorang.. sudah ada seorang wanita yang.. benar-benar.. saya.. sangat-sangat-sangat ingin sekali menikahi wanita tersebut. Bilamana saya ditanya.. apakah saya yakin dengan pilihan saya tersebut. Maka akan saya jawab.. bila berhasil menikahi atau pun gagal menikahi wanita tersebut.. akan muncul pertanyaan baru. Bilamana berhasil.. pertanyaannya adalah.. apakah yang saya lakukan ini sudah benar? Apakah dalam perjalanannya kemudian.. akan baik-baik saja? Bilamana gagal.. pertanyaannya adalah.. apakah saya mampu bersabar? Apakah saya tidak mengalami trauma terhadap kegagalan yang berulang kali terjadi? Apakah saya akan mampu bertemu dengan yang lebih baik lagi? Apakah selama ini saya salah? Semoga mendapatkan pencerahan. Saya berlindung kepada Alloh SWT Yang Maha Perkasa terhadap semua permasalahan yang saya hadapi. Wallohu alam.. [semedi mode]

Tags: ,

Leave a Reply


three × = 21