Jadi Super Hero

Cerita ini lebih kepada permasalahan hubungan pekerjaan. Cuma, kayaknya sudah menjadi permasalahan yang sangat umum pada bangsa ini. Anggaplah saya memiliki teman, Fulan A dan Fulan B. Karena saya hanya manusia biasa, saya meminta bantuan kepada Fulan A untuk membantu saya menyelesaikan sebagian kecil pekerjaan saya. Dan saya telah men-set porsi pekerjaan tesebut berbulan-bulan yang lalu dengan harapan, beban yang saya pikul dapat berkurang. Tentu saja dengan imbalan yang saya anggap pantas. Namun ternyata Fulan A dan Fulan B juga memiliki pekerjaan, yang mana mereka salah koordinasi. Hal ini lebih karena Fulan B kurang memberi informasi yang cukup kepada Fulan A. Alhasil, Fulan A meminta kepada saya agar pekerjaan yang tadinya dikoordinasikan kepadanya dialihkan ke tempat lain. Atau dengan kata lain, saya handle (jadi superhero lagi gituh maksudnya). Hmmm.. saya sering sekali mengalami yang seperti ni. Saya sudah capek2 memperhitungkan segala sesuatunya. Namun buyar di tengah jalan. Btw, kini, setiap prioritas saya selalu usahakan tidak lebih dari 3 hal. Karena saya takut sekali yang namanya melanggar janji, juga sengaja dilakukan demikian untuk memberi slot terhadap hal-hal yang mesti di-handle, dan hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang tidak terduga. Sekalipun saya bisa meniru caranya Fulan A, kalau gak bisa meng-handle kerjaan, ya didiskusikan lagi. Tapi sayangnya saya merasa yang begitu kurang baik. Yang begitu masih jujur seh. Tapi.. bagi saya yang begitu artinya tidak bisa dipercaya. Menjadi orang yang jujur itu sangat sulit. Namun menjadi prang yang bisa dipercaya ternyata sangat sangat sangat jauh lebih sulit. Hmmm.. tapi di organisasi yang dulu pernah saya ada di dalamnya.. yang begini ini sangat sering sekali terjadi. Sampai-sampai kerja dengan banyak orang malahan jauh lebih berat ketimbang kerja sendiri. Atau mungkin saya lebih cocok kerja jadi pedagang kecil kali ya. Apa-apa saya kerjakan sendiri.

Tags: ,

Leave a Reply


× seven = 14