Memanusiakan Manusia

Yang menarik dari manusia adalah kepemilikannya atas akal dan juga nafsu. Manusia memiliki keinginan lantaran nafsunya. Secara naluri enggan diperlakukan layaknya benda mati, seperti halnya cyborg. Dengan akalnya, manusia dapat berpikir agar nafsunya dapat direalisasikan melalui cara-cara yang sistematis. Namun apakah hanya dengan adanya akal dan nafsu tersebut manusia bisa dibedakan dengan benda mati, seperti cyborg misalnya?

Cyborg

Akan lebih mudah memanusiakan seorang manusia bila kita sama-sama mencoba memulai dari sebuah pertanyaan, yaitu mengapa manusia diciptakan di muka bumi ini.

Bisa jadi pekerjaan yang ada di dunia, yang semula dikerjakan oleh manusia, dengan kemajuan teknologi, dapat saja digantikan dengan robot. Namun, bisakah ibadah yang sifatnya ubudiyah digantikan oleh robot? Misal, bila manusia merasa lelah, kemudian dia memprogram sebuah robot agar menggantikan dirinya untuk sholat. Sepertinya, hal ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh robot. Sebab, secara esensi, ada nafsu di dalam hati manusia yang tidak akan dapat memungkiri bahwa ia belumlah menunaikan kewajibannya untuk sholat, meski sudah memprogram suatu robot untuk sholat. Ada sesuatu yang tidak bisa dipungkiri di dalam hati kecil seorang manusia bahwa ia memiliki pencipta.

Akhir kata, inti dari memanusiakan seorang manusia, bermula dari alasan mengapa ia diciptakan. Yaitu menyembah Rabb Yang Maha Esa.

Semoga mendapat hikmah dan pelajaran.

Tags: ,

Leave a Reply


eight × 3 =