Bagusnya Orang Jawa

Saya sangat tidak berharap sekali bilamana saya menjadi orang yang bau2-nya SARA banget. Begitu juga harapan saya terhadap keturunan saya kelak di kemudian hari. Sebab menurut saya hal itu dapat membuat kebenaran menjadi bias. Padahal kebenaran sendiri datangnya bisa dari mana saja. Termasuk dari suku mana pun. Meski begitu saya tidak menampik dalam kehidupan saya, saya mengalami perlakuan yang bau2-nya agak2 mirip SARA tersebut. Gak usah jauh2 deh. Waktu saya kuliah di Depok, ada juga tuh rekan mahasiswa yang bau2-nya seperti membeda-bedakan antara yang Jakarta dan Non-Jakarta. Moga2 saya salah seh. Tapi setidaknya yang saya rasakan adalah demikian. Saya sendiri tidak berharap tatkala saya bekerja di institusi di mana sekarang saya berada, hal2 yang ber-bau2 SARA ini ada. Tapi sewaktu saya selesai mengajar kuliah tambahan hari ini, ada mahasiswa yang ngomong-nya kayak2 bau2 SARA gitu deh. Sekali lagi moga2 saya salah seh. Tapi setidaknya saya yakin benar bahwa “telinga” saya masih peka atas perkataan seseorang.

Klo boleh saya menjelaskan dari mana asal muasal saya. Saya sendiri memiliki ayah yang berasal dari Jawa Timur. Sedangkan ibu saya dari Yogyakarta. Sedangkan saya sendiri.. lahir di Jakarta. Jadi silakan tebak sendiri dari mana saya berasal.

Btw, ada yang saya suka dari sikapnya orang Jawa. Mungkin ini kali ya yang menyebabkan presiden di negeri impian ini selalu berasal dari orang Jawa. Yang pertama, hampir semua orang di negeri impian setuju terhadap hal yang pertama ini. Bahkan tatkala saya mendengar suatu ceramah agama pun, ustad yang berceramah juga setuju akan hal ini. Gambaran sikap orang Jawa tuh seperti huruf “O” yang biasa terdapat pada huruf vokal pada akhir nama orang Jawa. Orang Jawa bila sudah menginginkan sesuatu, selalu bulat tekadnya. “O”-nya penuh dan tidak setengah2.

Yang kedua, mungkin belum tentu semua orang setuju kali ya. Soale ini asalnya dari perasaan saya aja. Yang kedua adalah.. jarang sekali ada orang Jawa tulen.. yang kelakuannya kayak “anjing yang sedang menggonggong”.

Saya minta maaf bila ada yang tersinggung. Btw yang saya bicarakan ini adalah mengenai profil orang Jawa dari.. keseharian yang saya lihat. Tentunya saya masih bisa “melihat” dan juga “mendengar” donk ya. Karena itu adalah anugerah. Semoga maklum.

Tags: , , ,

Leave a Reply


six − = 1