Membandingkan Balita dengan Kakek

Bagaimana menurut pemirsa, bila pemirsa diberi tugas untuk membandingkan, antara balita dengan seorang kakek? Apa yang bisa dibandingkan? Apakah pemirsa akan melihatnya begitu saja dan mempersepsikan bahwa si balita sudah pasti lebih payah daripada si kakek? Atau berusaha mencari tau parameter apa yang digunakan untuk membandingkan? Misal.. mana yang kemungkinan umurnya akan lebih panjang? Ato.. mana yang pengalamanannya lebih banyak? Saya mulai artikel ini dengan analogi seperti cerita di atas lantaran.. baru-baru ini saya membaca di suatu media komunitas online, sepertinya seseorang membandingkan antara departemen tempat saya bekerja.. yang relatif masih baru umurnya.. dengan departemen lain yang.. umurnya relatif jauh lebih lama. Saking lamanya.. sampai-sampai pernah ada yang menjadi kajur di departemen saya yang bekas mahasiswa yang pernah kuliah di departemen yang lama tersebut. Bila ada orang yang mencoba membanding-bandingkan, saya seh cuma berharap agar dalam membandingkan tersebut, ia cukup bijak.. untuk mengungkapkan suatu penilaian. Kecuali kalau orang tersebut hanya mo mengungkapkan kasus per kasus yang pernah ia alami.

Tags: ,

Leave a Reply


8 + = ten