Saya Setuju BBM Naik

Saya sendiri bukannya mo jadi the best kok sekarang-sekarang ini. Cuma berpikir gimana ya caranya supaya bisa mati husnul khatimah. Hmm.. saya takut kalau apa yang menjadi pilihan hidup saya berubah, tiba-tiba saja bencana datang. Soale seringkali pilihan saya tepat. Ketika terpengaruh orang lain, ternyata pemikiran orang kebanyakan hanyalah emosi semata. Sebagai contoh kasus tentang BBM. Saya termasuk orang yang setuju kala itu BBM harganya naik, asssaaaaaaallllll.. inflasi bisa dikendalikan. Apakah saya menderita dengan keputusan saya itu? Tentu saja! Saya sempat makan hanya dengan merica dan nasi doang. Benar-benar penderitaan lahir batin. Tapi ternyata pilihan saya tepat meski saya merasa sudah dicaci-maki secara gak langsung. Sekarang saya berharap tinggal mendulang emas berupa pahala atas pilihan saya meski pilihan ini hanyalah suatu pilihan yang hanya tersimpan di dalam hati. Maklum saya bukan anggota dewan seh! Saya hanya orang biasa. Kenapa saya bilang saya tinggal mendulang emas. Pasalnya tatkala saya berdebat dengan beberapa orang tentang kenaikan BBM tersebut saya sempat bilang kurang lebih begini, “Kalau perhitungan saya salah.. silakan penggal kepala saya!”. (Ditulis 21 Nopember 2008)

Tags: ,

Leave a Reply


1 + = five