Yang Tidak Tergantikan Oleh Teknologi

Pernah saya menonton film, berkisah tentang anjing yang setia kepada tuannya. Judulnya Hachiko. Kebetulan yang menjadi tuannya, Profesor Ueno, rasanya menurut saya cukup pas diperankan oleh Richard Gere. Cuma ada adegan yang saya suka banget. Yaitu saat Profesor Ueno bertanya kepada murid-muridnya di kelas, bahwa apakah semua yang ada di sekitar kita dapat digantikan oleh teknologi? Apakah bila kita mendengarkan musik dalam konser musik, akan sama rasanya dengan tatkala kita mendengarkan musik melalui kaset piringan? Lalu Profesor Ueno duduk di dekat muridnya dan bertanya, apakah akan sama rasanya bila kakek Anda duduk didekat Anda dan berbicara pada Anda, dengan saat kakek Anda berbicara melalui telepon? Sori neh kalo ada yang lupa2 mengenai adegannya. Maklum udah lama banget nontonnya. Tapi intinya, tidak semua hal dapat digantikan oleh teknologi. Terutama terkait dengan yang namanya.. perasaan.. Saya merasa semakin hari teknologi meningkat, mengapa manusia seakan-akan dibuat semakin sibuk? Kayak-kayaknya saya mulai mendapat jawabannya. Jawabannya adalah.. karena manusia2 seperti itu telah dicekoki teknologi. Bukan menggunakan teknologi. Melainkan.. dicekoki teknologi. Dijadikan obyek market. Dijadikan obyek pasar. Jadi bulan-bulanan. Bukan lagi sebagai subyek. Anak-anak sekarang saya lihat makin hari makin lebih mirip robot. Karena menurut saya.. sudah rada2 overdosis dalam pemakaian teknologi. Saya.. tidak berharap anak saya kelak bakalan terkena dengan apa yang disebut.. overdosis dalam pemakaian teknologi. Saya berharap dia adalah subyek.. bukan obyek.. atas teknologi.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply


8 + three =