Archive for the ‘Harianku’ Category

Benar Kata si Anu Ato si Una?

Wednesday, June 17th, 2009

Saat saya makan siang, kebetulan beberapa rekan saya berbincang-bincang masalah pengajaran. Sambil makan mi goreng saat itu saya hanya mendengarkan saja perbincangan mereka sampai.. Salah seorang rekan saya bertanya kepada saya kurang lebihnya “Kenapa sich Dod murid2 kamu kalo saya tanya begini begitu, mereka teriak Waaah! Blon diajarin Pak Dodi!”. Jujur saya kaget mendengar cerita rekan saya tersebut. Lalu saya tanya bagian mana dari materi yang disampaikan oleh rekan saya saat mereka berteriak seperti itu. Lalu rekan saya menjelaskan materi yang anu. Saya makin kaget. Cuma kaget yang ini agak2 bercampur marah mengingat saya merasa sudah menjelaskan materi tersebut. Sampe2 saya menanyakan berulang kali pada rekan saya “Bener materi yang anu?” lantaran seakan gak percaya pada cerita rekan saya. Dan rekan saya membenarkan untuk kesekian kalinya. Lalu saya bilang bahwa saya akan mencoba mengkonfirmasikan kepada anak2 didik saya apa benar mereka ber-teriak2 seperti itu. Begitulah.. pas UTS berlangsung, sempat saya tanyakan kejadian itu kepada salah seorang mahasiswa saya yang kebetulan ia adalah wakil ketua dari kelas tersebut. Apa jawaban si mahasiswa pemirsa yang budiman? Ia menjawab bahwa hal yang saya ceritakan itu tidak pernah terjadi. Hmmm.. (puyeng mode). Ini yang bener yang mana seh? Kata rekan saya ato kata si mahasiswa. Hmmmhh.. hebatnya suatu go-sip tuh emang. Bisa bikin saya.. gila! (Ditulis 12 April 2009)

Judul Artikel dari 1600 Eksemplar E-Journal Minta Di-print

Wednesday, June 17th, 2009

Entah salah denger ato salah berkomunikasi (moga2 bukan karena emang begitu perintahnya). Kemarin saya merasa ada permintaan terkait dengan perbaikan kerjaan saya, dari salah seorang rekan saya, untuk keperluan akreditasi D3. Rekan saya meminta saya agar sebanyak 1600-an eksemplar e-journal, agar judul artikelnya di-list kemudian di-print buat dilampirkan di lampiran pada laporan akreditasi. Saya sempet bengong atas permintaan tersebut. Sampe2 saya bertanya “Ini beneran harus di-print?”. Pemirsa yang budiman.. kira2 saya wajar gak bertanya demikian dan tidak langsung begitu saja mengerjakannya? Ato apa bener saya orang yang sangat sulit diajak kerjasama? (Ato pertanyaan yang terakhir cuma go-sip semata?). Btw, sekedar info, tim saya tuh terdiri dari 4 orang. Cuma lantaran kesibukan kali ya, yang 2 orang gak bisa meluangkan waktu dan jadilah tim saya cuma tinggal dua orang yang mengerjakan (salah satunya adalah saya sendiri). Ini “terpaksa” saya jelaskan di artikel ini (meski tempoe doeloe-nya gak berniat begitu) lantaran sepertinya ada yang menanyakan tentang tim saya. Moga2 cukup jelasss sekaleee. (Yang nanya pake jilbab pula kok pemirsa. Hehehe.. just info).

Sarang Laba-Laba di Rumahku

Wednesday, June 17th, 2009

Bagi pemirsa yang penyayang binatang, apalagi ama binatang yang agak2 “nyentrik”, mungkin akan suka dengan cerita saya ini. Boleh dibilang sudah sebulan lebih di depan rumah saya, tepatnya di garasi mobil, terbentang sarang laba-laba yang besar. Laba2 nya sendiri tergolong besar pula. Tapi gak usah kuatir, gak terlalu ganas kayak laba2 beracun. Karena saya mengenalnya sebagai laba2 buah. Maksudnya bukan laba2 yang makan buah. Tapi laba2 pohon buah tropis. Kalo laba2 beracun biasanya agak berbulu. Yang ini gak gitu. Halus mulus kayak kulitnya.. sopo ya.. au ah gelap! Warnanya kayak zebra, namun bukan item putih. Melainkan item kuning. Keren deh pokoknya. Karena terlihat keren itulah saya biarkan aja dia bikin sarang raksasa di depan rumah saya. Klo saya megang tustel yang resolusinya bagus sekarang, mungkin udah saya jepret dan saya templokin di blog ini kali. Sayang aja saya kagak punya tustel bagus. Tapi ada bagusnya juga kali ya, daripada nanti kepikiran njepret yang enggak2. Btw beberapa pekan yang lalu laba2 ini sempat menghilang. Sedih hati saya seakan kehilangan seorang penghuni rumah. Di tengah sarang laba2 menganga lubang yang lumayan besar. Saya saat itu berpikir, sepertinya udah terjadi pertempuran dahsyat neh antara laba2 dengan hewan yang bisa terbang. Sampe2 lubang di tengah2 sarang laba2 terlihat menganga, tanpa merusak pinggir sarang dari sarang laba2 tersebut. Ya wess. Waktu pun berlalu, dan saya udah agak2 bisa melupakan si laba2 yang menghilang tersebut. Tiba2 suatu hari, laba2 ini kembali lagi. Terlihat si laba2 sedang memperbaiki sarangnya yang sempet jebol. Senang sekali hati saya. Akhirnya temanku kembali menemaniku. Hehehe. Cuma ada cuma na pemirsa. Ne laba2 sekembalinya ke sarang kok.. saya ngerasa makin ganas. Kalo dulu saya sama sekali tidak melihat ne laba2 menangkap serangga yang lumayan gede seperti tawon ato kupu2, sepertinya beberapa hari belakangan saya melihatnya menangkap serangga sekelas kupu2 ato tawon. Cara menangkapnya mirip dengan laba2 yang saya tonton di film Lord of The Ring pertama. Dia cengkeram dulu serangganya sampe serangganya gak bisa bergerak, lalu sepertinya dia menyuntikan racun ke tubuh serangga tersebut. Kemudian dia belit2 serangganya dengan benang laba2 nya kayak kepompong. Berikutnya.. serangga tersebut “menghilang”. Setidaknya saya sudah beberapa kali melihatnya si laba2 ini melakukan hal itu. Terakhir yang ia tangkap sampai saat saya nulis di blog ini adalah kupu-kupu. Moga2 aja dia nangkepnya cuma serangga gtu. Jangan sampe nangkep manusia. Bisa repot jadinya. Tapi bisa untung juga kali ya. Nanti bisa disewa in buat bikin film. Hehehe.

NB: Hiks.. cuma laba2 na sekarang ilang lagi. Saya pasangin aja kecoa mati di sarang na. Moga2 laba2 na balik lagi.

Sebutan Pasangan Underdog

Tuesday, June 16th, 2009

Menarik sekali pemirsa, manakala ada seorang yang “dibilang” tokoh, mengatakan bila pilpres dilakukan hanya satu putaran, akan menghasilkan pasangan underdog. Hmm.. sebenernya saya agak bertanya-tanya, siapakah pasangan underdog itu? Karena yang saya tau bangsa ini bangsa yang besar, pewaris nilai2 luhur para pejuang tempoe doeloe. Tentunya yang bakal jadi pemimpin bangsa, pastinya orang2 yang berjiwa besar donk. Btw saya jadi menebak-nebak, dalam arti, yang menyebut orang lain sebagai underdog, tentunya adalah seorang yang sangat highdog donk. Tul kan pemirsa? Maksud highdog di sini adalah.. ne orang profilnya sangat terkenal di kalangan para anjing ato komunitas anjing ato orang2 yang kelakuannya kayak anjing. Tau kan pemirsa klo anjing lagì “pepsi”? Dia kan gak bersuci. Tentunya orang yang gak bersuci dulu sebelum mengimami orang untuk sholat, so pasti orang yang kayak gini, pasti gak pantas jadi imam. Tapi.. klo jadi imam para anjing.. masih cocok lah ya. Itulah sebabnya orang yang sangat highdog ini gak perlu berkecil hati. Sebab setidak-tidaknya ia masih bisa terpilih sebagai pemimpin para anjing.

Yang Nanggung Penumpang

Monday, June 15th, 2009

Yang kayak gini terjadinya, tentunya, hanya di negeri impian. Kalo di Indonesia Raya Merdekah Merdekah mah.. gak lah yaw. Tatkala UAN dilaksanakan, terjadi permasalahan “pembacaan jawaban” dari perangkat yang digunakan oleh penyelenggara. Tapi kerennya.. akhirnya UAN mesti diulang yang artinya mengorbankan waktu dan usaha (tentunya juga biaya, bilapun dihitung dari adanya hidden cost dari para peserta). Keren ya pemirsa? Jadi.. kalo ada perangkat rusak.. lantaran gak ter-maintain dengan baik.. tokh yang nanggung susahnya adalah “penumpang”. Jadi santay ajahhh.. hhh.. hhhhhh..

Tatkala Bintang Film Jadi Anggota Dewan

Friday, June 12th, 2009

Tatkala salah seorang sutradara di negeri impian ditanya ke manakah bintang film yang membintangi film berjudul “Cincin Emas” berada? Sang sutradara menjawab, itu bintang film adanya di gedung dewan impian. Mau tau namanya siapa pemirsa? Namanya “Berat Pitt”. Aktor keren namun sekarang udah jadi anggota dewan impian. Bisa jadi inisiatif dari orang2 yang duduk di sekretariat dewan impian, saat ingin ngasih kenang2an berupa cincin emas sebagai tanda terima kasih kepada para anggot dewan impian, adalah karena dia naksir si Berat Pitt ini. Maklum waktu memilih neh si Berat Pitt alasannya karena ganteng dan bukan karena mewakili aspirasi. Kan rumusnya “Dari Mata Turun Ke Body”. Kalo masalah hati mah.. EGP alias Emang Gue Pikirin. Cuma yang menarik pemirsa, gak seperti biasanya, ada semacam prosesi penyematan cincin emas sebagai tanda terima kasih atas jerih payah anggota dewan impian selama ini. Pada prosesi penyematan tersebut terpilih si Berat Pitt ini untuk mewakili para anggota dewan. Adapun perwakilan yang menyematkan adalah seseorang berasal dari daerah tertinggal. Terpilihlah sebagai wakil dari daerah tertinggal tersebut seorang anak kecil dengan tampang kayak tengkorak hidup, trus item dekil, rambutnya agak2 kribo kemerah-merahan gtu deh, plus kena busung lapar pula. Begitulah.. pas si anak dekil ini menyematkan cincin emas ke jari tangan si Berat Pitt, semua anggota dewan bertepuk tangan. Cuma gak tau kenapa ya, setelah disematkan tuh cincin, si Berat Pitt selalu ngomong begini berulang-ulang pemirsa.. “Berat.. berat.. berat..”. begicu. Kalo kata temen2 na seh, si Berat Pitt ini terkagum-kagum akan hasil kerjanya. Gitu deh pemirsa.. Yah good luck aja deh buat si Berat Pitt.

Akhirnya Titi Kamal Nikah Juga

Friday, June 12th, 2009

Yang saya tau seh, Titi Kamal ini, ato nama aslinya adalah Kurniati Kamalia, termasuk salah satu artis yang ”gak neko2”. Kayaknya bahagia bener yang bisa ndapetin si Titi ini.

Ya wess di-do’a-in yang baik2 aja ya pemirsa, moga2 barokah. (Buat yang laki) Tenang aja deh.. masih banyak cewe lain yang cantik2 kok! Jadi tenang aja..

NB: Iya seh.. cewe cantik banyak, tapi ndapetinnya susah. Pas udah dapet, maintain-nya susah. Pas udah maintain, tanggung jawabnya susah. Hahhh.. susah dahhh..

Pak Heru Yang Mana Ya?

Thursday, June 11th, 2009

Udah beberapa kali orang ngomong ke saya “Eh Pak Heru Suhartanto udah profesor loh”. Tapi setiap kali orang ngomong gtu saya tuh gak mudeng. Pak Heru yang mana ya? Yang elektrokah? Baru mudeng belakangan ini. Kayaknya Pak Heru yang pernah saya undang sebagai pembicara pada seminar Grid Computing waktu ada acara Gemastik tempoe doeloe. Halah.. kok ingatan saya jadi lamban gini ya? Kayaknya semakin dewasa neh.. eh salah.. semakin tua. Klo dewasa mah pilihan. Dipilih-dipilih-dipilih!

Btw saya setuju sekali klo Pak Heru Suhartanto ini jadi profesor. Beneran.. saya adalah salah seorang dari fans Beliau. Benar2 bersyukur sekali Fasilkom UI punya guru besar seperti ini. Guru besar yang emang pantes disebut guru besar. Ini penilaian saya loh. Maap2 aja klo sampe beda.

Si Fulan Adalah Orang Susah

Wednesday, June 10th, 2009

Banyak hal yang menarik tatkala pemirsa berkunjung ke negeri impian. Salah satunya adalah tatkala mencoba mendefinisikan kata “orang susah”, terutama untuk wilayah perkotaan. Ada sesuatu yang menarik di sini. Kenapa menarik? Karena hal ini terjadi, setidaknya pada diri saya, tatkala ada orang yang mengatakan.. bahwa si Fulan adalah “orang susah”. Maka ia harus dibantu. Saya sendiri karena pikirannya adalah berusaha tidak berprasangka buruk, ya saya berusaha membantu sebisanya. Namun semakin lama saya berinteraksi dengan orang yang saya bantu, ada keanehan pemirsa. Apa yang aneh itu? Anehnya adalah.. untuk hal2 yang sifatnya tidak mendasar seperti kebutuhan dasar, misalnya untuk seneng2, beli asesoris dan hal2 yang bukan utama, ne si Fulan kenceng banget tenaganya. Hal2 yang sifatnya ketebelece gtu malah saya boleh dibilang gak memilikinya sama sekali dan juga juaaarang sekali melakukannya. Saya sendiri lebih mengutamakan hal2 yang sifatnya mendasar seperti rumah misalnya. Itu pun masih blon lunas. Tapi ne si Fulan, gilirannya harus memenuhi hal2 yang sifatnya mendasar, kayak gak punya tenaga. Yang ada kelakuannya kayak orang susah dan.. akhirnya minta bantuan orang lain. Menurut pemirsa aneh gak? Ato jangan2 ini adalah hal yang paling mnarik untuk terus diperhatikan di negeri impian terutama di kota2 besar. Bisa jadi obyek pariwisata paling favorit mungkin. Tul kan pemirsa?

Sapaan Yang Terlewat

Tuesday, June 9th, 2009

Suatu hari, pas pagi, (seingat saya pas libur) saya jalan keluar komplek untuk sarapan. Pagi itu cuaca cerah dan sangat nyaman untuk jalan-jalan. Sewaktu saya hendak melewati jembatan yang menghubungkan perumahan komplek dengan jalan utama, ada kejadian yang menarik yang saya rasa perlu saya ceritakan di artikel ini. Apa kejadian itu? Saya berpapasan dengan beberapa orang, namun menimbulkan kejadian yang agak unik pemirsa. Pertama-tama saya berpapasan dengan pemuda yang membawa motor. Namun kelakuan neh pemuda, agak aneh pemirsa. Sambil berpapasan dengan saya, naik motor, pemuda ini ngomong dan kayaknya.. ngomong ke saya seperti ini.. “Jelek amat tampang luh”. Gtu kurang lebihnya. Saya yang merasa gak salah apa2, ya jadi bingung. Ne orang o’on amat kenapa juga sempet2nya sambil nyetir motor ngomong begituan. Belum sempet selesai berpikir apa sebab si pengendara motor ngomong begitu, saya papasan dengan laki2 tua, yang di belakangnya ada pula ibu2 tua yang sepertinya menuntun cucunya yang masih balita. Saya yang masih buyar konsentrasinya gara2 si pengendara motor o’on tersebut, mata saya tertuju ke si cucu dari ibu2 itu. Pasalnya ne ibu nuntun cucunya dengan posisi si cucu berada di pinggir jembatan dan dia sendiri di selasar sebelah dalam. Sehingga dengan posisi yang demikian, probabilitas si cucu dari ibu2 itu untuk nyemplung ke kali di bawah jembatan relatif besar. Tiba2 saya berpikir, ne kalo sampe anak balita tersebut nyemplung ke kali, dalam jarak radius 10 meter, yang mesti nolongin kayaknya pilihannya cuma saya neh. Ya wess, tau gtu mata saya gak lepas dari si anak balita tersebut. Gak sadar saya berpapasan dengan laki2 tua yang sepertinya melakukan ”initial connection” kepada saya sambil tersenyum. Karena konsentrasi saya masih ke si anak balita, tanpa saya sengaja saya telah me-”reject” initial connection tersebut. Baru sadar pas lewat kalo si bapak tersebut cemberut lantaran saya tidak menyapanya, entah dengan senyuman misalnya (soale si bapak tersebut sudah memberikan senyum pada saya, cuma sayanya gak ”ngeh”). Duh maap banget ya Bapak, terutama kalo baca artikel ini. Saya tuh bukannya bermaksud me-”reject” ato tidak menyapa. Namun karena beberapa kejadian dan.. kejadian2 tersebut begitu cepat ya. Pikiran saya jadi loncat2 alias gak fokus. Kalo kata orang.. pikiran jadi bercabang-cabang gtuh. Jadi mohon dimaklumin kalo ada sikap yang tanpa saya sengaja membuat tersinggung. Itu aja deh.