Archive for the ‘Harianku’ Category

Kampus, Daerah Bebas Rokok

Sunday, April 12th, 2009

Saya gak tau apa lantaran sosialisasinya kurang, atau lantaran peraturannya yang tidak dipatuhi oleh para stakeholder yang ada di institusi ini. Sebab meski peraturan tentang larangan merokok di daerah kampus, sudah ditetapkan, masih saja saya melihat banyak.. mahasiswa yang merokok di daerah sekitar kampus. Malah terkadang boleh dibilang mereka melakukannya dengan rasa bangga. Pemirsa, mo tau apa yang biasa saya lakukan tatkala saya melihat mahasiswa merokok di depan saya? Yang saya lakukan adalah menegur mereka agar merokoknya di luar kampus saja, lalu saya meminta rokoknya, mematikannya, lalu mengembalikan rokok tersebut yang sudah dalam keadaan mati. Namun bilamana saya lagi agak2 malas menegur (lantaran sering ngedapetin mahasiswa saya ngerokok) saya menegur saja agar rokoknya segera dimatikan. Sebenerya saya merasa ini seharusnya dilakukan dengan agak agresif oleh pihak keamanan kampus dan bukan oleh saya mengingat aturannya udah jelas banget. Tapi yang terjadi, sering saya melihat pihak keamanan kampus cuek aja dengan keadaan yang ada tatkala mahasiswa merokok sehingga akhirnya saya yang mesti turun tangan sendiri. Tapi masih ada yang lebih hebat lagi pemirsa. Yaitu di sekitar kantin kampus. Hmmmhh.. banyak banget yang ngerokok. Klo uda gtu seh mnurut saya, harusnya “pasukan” yang negur dan bukannya saya sendirian mengingat yang ngerokok jumlahnya banyak banget. Soale saya bukan Jet Li Bro! yang bisa menghadapi banyak orang sekaligus. Klo ada Jet Li pun, dia juga bingung kali ya gimana cara negur orang yang ngerokok sebanyak itu di kantin. Padahal kantinnya sendiri masih di wilayah kampus. Atau mungkin.. definisi kampus sebagai daerah bebas rokok adalah.. bebas merokok sebebas-bebasnya asalkan.. gak ada yang menegur. Kali gtu kali ya pemirsa.

Saya Bisa! Meski Harus Bo’ong

Sunday, April 12th, 2009

Masih seputar saat saya ngobrol dengan salah seorang rekan, cuma saat itu rekanku ngasi tau saat kami ada tugas sebagai assessor di salah satu sekolah kejuruan di Garut. Ia “mengatakan” kepada saya bahwa mengenai diri saya yang terlalu polos bertanya yang mengakibatkan image tentang diri saya, bisa dipersepsikan sebagai orang yang tidak mampu mengampu matkul oleh mahasiswa akibat kurang ja’im alias jaga image. Dan si mahasiswa tersebut menulis hal itu di dalam comment pada fesbuk yang dimiliki oleh rekan saya tersebut. Hmm.. Saya seh punya persepsi lain ya. Namun saya tidak berharap klo persepsi yang diluncurkan oleh si mahasiswa di fesbuk tersebut sama dengan persepsi mahasiswa yang saya ajar di kelas saya. Sebab apa pemirsa? Sebab saya merasa sudah mengatakan di awal2 saya kuliah kepada mahasiswa saya.. Klo ada hal2 yang ditanyakan oleh mereka, saya akan coba jawab. Dan bila saya tidak bisa menjawab, saya akan coba cari tau baik dengan mencari dari sumbernya, atau pun dengan bertanya dengan orang yang lebih tau. Tapi klo hal itu juga tidak bisa, maka ijinkan saya bersama-sama dengan mahasiswa yang saya ajar untuk.. berdiskusi bersama.. dan mencari tau jawabannya bersama-sama. Sehingga meski saya seorang dosen, saya tidak pernah menyatakan bahwa saya adalah orang yang paling tau terhadap matkul yang saya ajar. Pernah suatu kali saya salah dalam mempersepsikan materi dan malah akhirnya seorang mahasiswa yang saya anggap tau mengajarkan khusus untuk materi tersebut. Dan tentunya kemudian nilai keaktifannya saya tambah sebagai reward kepadanya. Begitulah kira2. Okeh ya Bro! Sekilas kita coba lihat di kehidupan Rasulullah bila Anda seorang muslim, pernah ada kisah bahwa Rasulullah pada akhirnya memindahkan pasukannya lebih ke depan daripada sumur yang ada di suatu daerah pertikaian atas nasihat seorang pemuda lantaran Beliau tidak yakin atas keputusannya dan akhirnya keputusan dari si pemudalah yang dianggap Beliau paling baik. Adapun sumur tempat persediaan air satu2 nya tersebut ditimbun dengan batu2an dengan sebelumnya diambil terlebih dulu airnya oleh pasukan Rasulullah sebagai persediaan. Benar2 strategi yang sangat hebat. Hmmm.. Ada gak ya pemimpin seperti ini di jaman sekarang ini ya? Karena yang saya temui adalah.. cikal bakalnya dan pemimpin yang mirip dengan slogan.. “Senior selalu benar”.

Lebih jauh lagi klo saya coba melihat fenomena yang terjadi sekarang ini.. terlihat seperti.. keadaannya jauh berbeda dengan keadaan di jaman Rasulullah tersebut. Pemimpin.. seperti layaknya dosen yang memimpin suatu kelas misalnya.. seperti dipertanyakan manakala malahan bertanya karena ketidaktauannya. Mahasiswa meremehkan mahasiswa lain manakala mahasiswa yang diremehkan bertanya hal yang menurut dia kurang jelas misalnya.

Saya sendiri alhamdulillah, dididik sejak lama oleh rekan saya untuk berani mengatakan “Saya tidak tau, tolong jelaskan!” manakala memang saya tidak tau akan hal itu. Kalo masalah tidak menyontek, alhamdulillah semenjak kecil hingga gede kayak gini (dan saya yakin teman2 saya “tempoe doeloe” pun akan mengakuinya) saya bukanlah orang yang mendidik diri sendiri untuk melakukan tindakan plagiat semacam itu.

Namun klo keadaannya sekarang, mahasiswa lebih suka mengatakan “Saya bisa” ato “Saya ahli” ato “Saya sangat jago sekali akan hal itu” namun sebenarnya ia tidak tau apa-apa akan hal itu.. maka saya cuma bisa bilang.. apa saya saat ini sedang mendidik para pembohong? Apa saya sedang menciptakan suatu “fatamorgana”? Kompleksitas permasalahan di negeri impian ini untuk.. masalah korupsi demikian.. au ah gelap gak tau gmana cara menyelesaikannya. Seperti kanker yang harus segera diamputasi alias menerapkan “hukuman mati” baru mungkin selesai permasalahannya. Hukuman mati pun di negeri impian, masih bisa dibikin “main watak” oleh para aparat penegak hukumnya (geleng2 kepala mode). Dan saya tidak berharap sedang menciptakan para koruptor baru di kemudian harinya.

Ge’er Adalah Kebutuhan

Saturday, April 11th, 2009

Saat saya menemui rekan kerja saya di ruangannya, tiba2 ia menunjukkan suatu comment yang ada di fesbuk-nya dari salah seorang mahasiswa tentang rasa salutnya kepadanya sebab kelas di mana saat materi yang disampaikan olehnya dihadiri oleh 2 orang dosen lainnya. Suatu hal yang mnurut si mahasiswa itu jarang terjadi selama ia kuliah di institusi ini. Hmm.. Kliatannya temen saya ge’er diberi comment kayak gtu. Klo saya mah biasa2 aja karena saya punya jawaban sendiri berdasarkan persepsi saya yang sudah tentu berbeda dengan persepsi si mahasiswa ini. Cuma harapan saya, moga2 aja rekan saya ini ge’er na adalah karena kebutuhan dan bukan karena hal lainnya (bila pun ia harus ge’er dan persepsi saya gak salah klo benar bahwa ia ge’er). Maksud ge’er karena kebutuhan ini misalkan untuk menambah semangat sehingga rekan saya jadi lebih produktif lagi kerjanya. Tapi klo karena yang lain misalnya.. ya wess saya gak mo komentar, biasanya bakalan ada konflik suatu saat nanti bila rekan saya ge’er na bukan karena kbutuhan. Itu aja sich mnurut saya (uda terbukti lewat pengalaman hidup tempoe doeloe). Okeh deh pemirsa, terutama si mahasiswa.. persepsi saya mengatakan.. hal tersebut terjadi.. lantaran ToT alias Training of Trainer yang dilakukan untuk matkul tersebut tidak sampai ke materi tersebut (ato blon sempet nyampe situ). Sebagai akibatnya ToT yang diadakan ya.. sekenanya.. langsung dilakukan kayak sedang kuliah. Klo boleh saya beritahukan mengenai keadaan ToT yang dilakukan kepada para dosen tuh, boleh dibilang gak maksimal. Namun kondisilah yang memang menyebabkan keadaan yang terjadi menjadi demikian lantaran sulitnya mencari waktu yang dapat dipakai sesuai kesepakatan para dosen di dalam tim matkul tersebut. Saat ToT berlangsung pun keadaannya mirip IMF alias Impossible Mission Forces. Dalam itungan mungkin kurang dari 3 menitan seorang dosen harus mampu menyerap inti dari materi yang disampaikan. Keren kan Bo! Tapi ini adalah kenyataan. Sampe2 dosen ada yang nyeletuk, ne klo ngajarin mahasiswa na kayak gini enak juga ya jadi dosen. Materi cepet kelar dan gak capek nyampe-in na karena cepet selesai.

Jadi Dosen Kasian Ya

Saturday, April 11th, 2009

Pas dilangsungkan wisuda taun ini, di institusi tempat saya bekerja, kebetulan saya ditunjuk sebagai Pedel.Dan karena hal tersebut pula akhirnya saya pun jadi bisa ikutan sidang senat terbuka saat wisuda berlangsung. Sebenarnya ada orasi ilmiah yang menarik saat itu. Sang orator menyampaikan agar para lulusan terutama lulusan S1 dan S2 untk jangan sungkan2 bila bermaksud mengambil keputusan untuk menciptakan unit bisnis sendiri. Cuma ada yang membuat saya kok.. agak merasa.. ne orator agak2 nyeleneh tatkala ia menyampaikan kurang lebihnya seperti ini “Jangan sampe ngelamar ke-mana2, trus gak ke-trima2, akhirnya hanya jadi dosen”. Hmmm.. kapan2 saya coba cerita deh penglaman saya mencari kerja sampe akhirnya saya memutuskan untuk bekerja di institusi ini. Seru deh pokoknya. (Tapi gak janji ya, klo sempet aja nulis na). Hmmm.. pemirsa, seandainya.. saya kenal banyak investor dari planet lain.. yang ada juga.. saya tuh.. bakalan sungkan untuk merekomendasikan kepada investor untuk berinvestasi di negeri impian ini. Masalahhnya sederhana aja (kan saya orang na sederhana alias biasa2 aja gtu loh), hanya karena permasalahan akhlaq. Saya rasa tindakan semacam itu lebih baik ketimbang harus mengalami kondisi.. membayar hutang dengan jalan berhutang yang lebih besar lagi. yang kayak bgini ini kan sering.. eh selalu kali ya.. terjadi di negeri yang bernama negeri impian. Klo di Indonesia gak kali ya. Kan Indonesia udah merdekahhh. Mungkin lantaran para petinggi yang ada di negeri impian ini memiliki akhlaq yang bagus. Tidak main watak.. tidak nyelekit.. tidak copy paste alias plagiat alias “Asal cepet jadi en Ane untung”. Tentunya petinggi2 semacam ini memiliki jiwa besar dan pinter2. Cuma klo sampe jago banget.. “dagang sapi”.. itu mah cuma kebetulan ajahhh..

Layanan SMS Donasi Nasional 7505 Sedang Bermasalah

Saturday, April 11th, 2009

Saya udah coba beberapa kali, baru-baru ini, menggunakan layanan SMS donasi untuk menyumbang ke Lembaga Rumah Yatim. Namun sepertinya ada masalah dengan layanan SMS donasi ini. Sebab respon dari SMS na seperti ini pemirsa “Maaf, layanan utk sementara tidak dapat digunakan”. Cuma satu hal neh anehnya pemirsa. Meskipun respon SMS na seperti itu, namun pulsa saya tetap terpotong. Semula saya pikir hanya karena operator-na aja yang lagi bermasalah. Namun pas saya coba pake nomor kartu HP saya yang lain, kejadiannya juga sama. Pulsa saya kepotong. Btw, klo yang kayak begini, di luar negeri.. bakalan kena sanksi hukum perdata kali ya. Gmana gak kena, lah wong ini urusannya udah masalah “duit orang” yang kepotong sia-sia. Setelah saya coba meminta keterangan ke temen saya yang punya koneksi ke Lembaga Rumah Yatim, katanya ada ketidaksesuaian dalam hal pencatatan log yang masuk antara DepSos dengan operator penyelenggara. Duh mak.. malu bener.. departemen negara ama operator gtu loh.. Akhirnya saya ngirim imel ke YLKI alias Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Gak tau seh kelanjutannya gmana. Tapi kejadian ini udah sebulan lebih dan belum juga selesai permasalahannya. Jadiii.. untuk sementara artikel saya yang sebelum ini belum bisa sepenuhnya menjadi solusi dalam hal kelebihan pulsa alias mo dikemana-in neh pulsa yang kelebihan. Akhirnya saya bilang ke temen saya, udah mending bikin sendiri aja layanan yang kayak gini. Hmm.. kira2 bakal dipersulit gak ya temen saya bila mengikuti saran saya membuat layanan SMS donasi macam 7505. Masalahnya di negeri impian ini agak2 aneh pemirsa. Mo berbuat baik pun kadang-kadang rasanya kok dipersulit. Perasaan loh. Klo di Indonesia gak kali ya. Kan udah merdekahhh. Moga2 aja layanan SMS donasi untuk Rumah Yatim na bisa segera terealisasi. Biar saya na gak kebingungan. Mumpung bingung na bukan bingung karena gak punya duit en.. kelaparan..

Solusi Kelebihan Pulsa HP

Saturday, April 11th, 2009

Ini boleh dibilang hal yang cukup sering terjadi pada diri saya pemirsa. Jarang nelpon pake HP, namun harus terus menambah pulsanya dalam rangka memperpanjang masa aktif kartu pra bayar (bener kan ya namanya pra bayar kan?) milik saya. Sebagai akibatnya, pulsa berlebih dan gak tau harus dipake buat apaan. Klo dulu pas masih mahasiswa mungkin gak terlalu sebingung sekarang kali ya. Masih bisa nelpon temen maksud na. Cuma klo sekarang mo nelpon temen, yang ada temen2 uda pada disibukkan oleh urusannya sendiri-sendiri. (Hmm.. jadi kangen ke rumah temen lamaku yang di daerah TMII. Dulu waktu masih kuliah demen banget maen ke sana. Soale jaraknya gak terlalu jauh dari Depok. Padahal main ke sana cuma buat makan nasi goreng bareng2 doank). Nah pemirsa, saya coba kasi tau solusi na neh. Biasanya saya tuh nge-sms-in menggunakan layanan SMS donasi dari DepSos. Buat ngasi sumbangan ke Lembaga Rumah Yatim. Caranya mudah, seperti ini kira-kira:

Ketik: Rumah<SPASI>Yatim, lalu kirim ke 7505

Klo mo ke lembaga sosial yang lain mungkin juga ada yang menggunakan layanan 7505 ini. Tapi klo aq sering na seh buat dipake untuk nyumbang ke Rumah Yatim ini. Mumpung masih bisa nyumbang. Soale klo udah gak bisa nyumbang, di negeri impian ini, yang ada buat saya kali.. mati aja kali ya. Minta dikasihanin gak punya tampang dikasihanin. Mana percaya muke orang kayak James Bono dibilang orang susah. Mungkin klo saya bilang saya pernah makan nasi ama merica doank yang ada malah disukurin alias diketawa-in kali ya. Ya begitulah kutukan yang harus dijalanin oleh seorang.. superhero..

Makan Na Kok Cepet Banget Seh?

Friday, April 10th, 2009

Suatu hari, saat jam makan siang tiba, saya bertemu dengan salah seorang dosen yang sudah berumur. Terus terang saya senang sekali bisa bertemu dengan orang ini. Karena orangnya, menurut saya sangat ramah, meski terlihat dari tampangnya, ia tidak se-etnis dengan diri saya. Setelah saya mengambil makanan, saya pun nimbrung di mejanya. Namun belum lagi waktu lama berselang, tiba2 salah seorang yang pernah ngomong tentang “urat kepala yang lepas” ikut nimbrung juga di meja makan saya. Hmmmhh.. langsung agak2 bete saya tuh di dalam hati. Yang ada saya jadi males ngomong. Dan karena saya jadi lebih banyak diam, yang terjadi saya makannya jadi cepet selesai. Begitu saya selesai makan, saya pun minta ijin untuk pamit keluar. Si Bapak sepertinya kurang senang dengan sikap saya yang kayaknya kok cepet banget selesai makannya. Ia pun bertanya kurang lebih “Kok makannya cepet banget seh?”. Saya cuma tersenyum aja dan tidak menjawab sambil pergi berlalu. Klo saat itu saya bisa jawab, inginnya jawabnya seh kayak bgini pemirsa “Soal na ada yang bilang urat kepala saya ada yang lepas Pak. nanti klo saya salah omong jangan2 malah otak saya yang dibilang lepas. Klo urat kepala ada yang lepas aja orang bisa jadi gila, lah bagaimana orang yang otaknya lepas. Yang ada mati donk”. Begicu pemirsa. Yang menarik dari orang yang “Katanyahhh” pinter di negeri impian ini adalah.. klo becanda seringkali becanda na “becanda fisik” pemirsa. Kayak orang yang gak bisa nemu bahan becandaan yang lain. Mungkin saking pinternya kali ya jadinya pada akhirnya jadi terlalu kreatif.

Urat Kepala Ada yang Lepas

Thursday, April 9th, 2009

Suatu hari, tatkala jam makan siang tiba, seperti biasa saya makan siang di ruang makan dosen. Kebetulan di suatu meja makan, berkumpul beberapa rekan saya yang saya kenal dan saya diajak nimbrung di meja tersebut. Saya pun akhirnya nimbrung di meja tersebut. Ngobrol berbagai hal. Sampe pada suatu pernyataan yang dinyatakan oleh teman saya. Kebetulan bagi saya pernyataannya itu lucu sehingga saya tertawa. Cuma kebetulan mungkin yang lain udah biasa dengan lelucon itu kali ya, pada gak tertawa. Cuma sayangnya, ada pernyataan dari yang ada di meja itu juga, mengenai “orang yang urat kepalanya lepas” sehingga ia tidak bisa bersedih, hanya bisa tertawa, alias urat untuk bersedihnya udah rusak. Entah kayaknya mungkin bagi yang lain lucu gtu kali ya, sampe2 ada satu orang lagi yang mendukung pernyataan orang ini. Entah saya saat itu jadi gak enak, apa jangan2 ne orang menyatakan hal tersebut untuk nyelekit ke saya kali ya? Ato cuma perasaan saya aja. Ya wess saya anggap sambil lalu aja, makan siang saya udah habis, waktu juga udah hampir menunjukkan jam 13 tepat, dan saya pun pamit duluan mengingat siang itu saya ada janji untuk bertemu dengan mahasiswa (yang kebetulan ternyata mahasiswanya malahan gak dateng). Saat saya wudhu untuk sholat, saya bertemu kembali dengan rekan saya yang tadi semeja makan dengan saya. “Gimana? Apa pembicaraan mengenai “urat kepala yang lepas” itu dilanjutkan setelah kepergian saya?” tanya saya. Dan teryata kata teman saya, pembicaraan tersebut tidak dilanjutkan setelah kepergian saya. Oh begitu rupanya. Sepertinya dugaan saya gak salah klo yang dibicara-in dari pernyataan mengenai “urat kepala yang lepas” itu adalah saya. Saya seh hanya mengucapkan.. “Wa alaikum”. itu saja. Cuma ada satu hal yang saya syukuri seh. Untung kedua orang ini kerjanya gak satu fakultas dengan saya. Itu ajahhh. Alhamdulillah..

Penipuan Berkedok Undian XL

Thursday, April 9th, 2009

Pada Hari Ahad (5 April 2009), sekitar pukul 13.30 WIB, seusai saya membeli makan di warteg buat ibu saya (kebetulan ibu saya lagi di Bandung), tiba-tiba nomor HP saya yang XL berbunyi. Seseorang memberitahu saya via HP tersebut bahwa nomor XL saya terpilih sebagai 5 besar, memenangkan undian XL dengan total hadiah undian sebesar 10.500.000 rupiah. Ada pun 500.000 rupiah sebagai “apa an au ah gelap” dan 10 juta na bakal ditransfer langsung ke rekening saya. Dan orang ini menanyakan nomor rekening saya agar uang sejumlah 10 juta tersebut dapat segera ditransfer. Sebenernya saya agak ragu-ragu seh, tapi ya wess dicoba ajalah. Begitulah.. dalam waktu kurang dari 20 menit saya disuruh segera ke ATM terdekat, tidak boleh mematikan HP na dan begitu sampe ATM ucapkan kata “Halo” yang mana saat itu akan direkam dalam acara ANTV pukul 19.00 WIB, begituh katanyahhh. Begitu sampe ATM dan melaksanakan perintah orang tersebut, lalu orang tersebut menyuruh saya melakukan “ini itu” dan saya menuruti saja instruksi tersebut sampai.. akhirnya ia menyuruh saya untuk meng-klik opsi “transfer” pada pilihan yang ada di ATM. Spontan saya kaget lantaran pada logika saya.. lah.. kok.. malah saya yang harus mentransfer sejumlah uang seh? Langsung aja saya pencet tombol “Cancel” dan langsung keluar dari ATM dan tidak mengindahkan apa-apa yang diinstruksikan oleh orang tersebut. Namun ne orang masih aja nelpon terus. Saya mah nge-klik “Answer” pada opsi HP saya namun.. ne orang ngomong apaan kek gak saya pedulikan lagi. Saya langsung aja ke kantor polisi terdekat dan ngasi tau bahwa telah terjadi percobaan penipuan via HP dengan dalih adanya undian berhadiah dari XL.

Hmmm.. salut juga seh sama XL, saking murahnya ne operator ngasi harga, sampe-sampe dipake orang untuk nelpon ke banyak orang dengan maksud menipu orang lain. (Ya iyalah saya juga klo mo nipu orang enakan pake pulsa dari XL, cuma 0,001 rupiah gtu loh!) Sebel juga seh lantaran gara-gara kasus ini, saya sampe harus ke ATM segala. Benar-benar udah membuang-buang waktu saya. Mungkin sebelum nelpon saya dia bikin acara “motong ayam” dulu kali ya en baca jampi-jampi agar saya terpengaruh ama pelet na. Jelek-jelek gini saya pernah dipelet orang loh pemirsa. Sampe-sampe waktu didatengin paranormal untuk ngecabut pelet yang mengena ke diri saya, saya sampe hampir ambruk ke lante (geleng-geleng kepala mode). Negeri impian ini.. bener-bener deh..

Sekedar saran aja seh kepada para operator, udah deh yang namanya banting-bantingan harga tuh agak dikurangi gitu. Dan klo mo bikin acara undian dibikin yang jelas sejelas-jelasnya mengenai aturan undiannya. Agar jangan sampe dimanfaatin orang yang gak bertanggungjawab untuk menipu orang lain. Tau gak pemirsa, nomor XL saya yang ditelpon oleh orang itu, jadi ingin saya buang! Sekedar info aja, orang yang bermaksud menipu saya via HP tersebut memiliki nomor HP berikut ini: 0819-685-989. Terima kasih juga ya pada Depkominfo, ternyata mendaftarkan info personal di HP tidak terlalu signifikan dalam men-track suatu kejahatan. Yang ada malahan di HP saya masuk berbagai sms iklan dan bahkan.. ada yang iklan sms yang menyuruh saya agar mengirim ke polling sms. Capuek duech!

Seminar VoIP - Bulan Mei 2009

Friday, April 3rd, 2009

Dapet dari situs na adit279 dot com

Insya Alloh, Laboratorium Jaringan dan Aplikasi, Laboratoria Sistem Komputer dan Jaringan Komputer (SKJK), Fakultas Teknik Informatika, IT Telkom, akan mengadakan seminar bertajuk “Perkembangan VoIP di Indonesia” dengan menghadirkan pembicara skala nasional :

Onno W. Purbo
Pendiri Computer Network Research Group (CNRG) ITB dan Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB.

Adapun pembicara pendamping:

M. Zuliansyah, ST, MT
Peneliti dan praktisi teknologi VoIP, dosen laboratoria SKJK, Fakultas Teknik Infomatika, IT Telkom.

Senin, 4 Mei 2009 (09.00 s.d. 13.00 WIB)
di Gedung Serba Guna (GSG) - IT Telkom
Jl. Telekomunikasi No. 1, Terusan Buah Batu, Bandung 40257

Fasilitas:
Seminar Kit
CD
Magazine + DVD
Sertifikat
Snack
Doorprize

CP dan Pendaftaran:
Radit - 08122456687
adit279@yahoo.com